Pada akhir periode akuntansi, akuntan sering direpotkan oleh berbagai laporan. Mulai dari menyeimbangkan Neraca, menyusun Laba Rugi, hingga memvalidasi Arus Kas. Di tengah kesibukan ini, tentunya tidak boleh dilewatkan untuk membuat jurnal penutup.
Sebab, tanpa adanya jurnal penutup, catatan keuangan periode lalu akan bercampur dengan periode baru. Hal ini membuat laporan menjadi tidak valid. Pada artikel ini akan membelah secara detail akun-akun mana saja yang harus ditutup dan beresiko fatal ketika diabaikan.
Jenis-Jenis Akun yang Harus Ditutup
Agar laporan keuangan menjadi lebih akurat, biasanya akuntan memisahkan beberapa akun. Berikut adalah jenis-jenis akun yang wajib ditutup (dinolkan) pada setiap akhir periode akuntansi:
1. Akun Pendapatan
Akun pendapatan adalah akun yang harus ditutup di akhir periode. Ini dilakukan supaya pencatatan omset periode sekarang tidak tercampur dengan periode berikutnya.
Perlu diketahui akun pendapatan biasanya berisikan saldo yang dikreditkan. Saat penutupan, akuntan akan mendebit akun pendapatan. Lalu, sebagai pasangannya, akuntan akan mengkreditkan akun ikhtisar laba rugi.
Setelah proses selesai, saldo akun pendapatan menjadi nol. Ini terjadi karena seluruh nilai pendapatan sudah dipindahkan ke akun penampung sementara, yaitu ikhtisar laba rugi.
2. Akun Beban
Selanjutnya terdapat akun beban yang juga harus ditutup. Sebab, akun ini akan mencatat biaya operasional yang spesifik untuk periode tersebut.
Sehingga, jika saldo pada akun beban tidak dinolkan, maka biaya pada periode lalu, akan terbawa pada periode selanjutnya. Akibatnya, perhitungan laba bersih akan menjadi kacau dan tidak akurat.
3. Akun Ikhtisar Laba Rugi
Penutupan akun ikhtisar laba rugi juga perlu dilakukan saat membuat jurnal penutup. Hal ini karena akun tersebut sering difungsikan sebagai salah satu catatan untuk menampung selisih antara total pendapatan dan total beban.
Dengan demikian, akuntan harus memindahkan akun ini menjadi akun modal (untuk perusahaan perseorangan) atau laba ditahan (untuk perseroan).
4. Akun Prive atau Deviden
Yang tidak kalah penting, akun prive atau deviden juga perlu dilakukan saat membuat jurnal penutup. Walaupun akun ini tidak masuk ke dalam laporan laba rugi, akun harus dilakukan penutupan karena berisikan pengambilan keuntungan oleh pemilik, bukan biaya operasional.
Sehingga, akuntan perlu memastikan bahwa seluruh saldo akun prive atau deviden harus dipindahkan ke akun modal pemilik. Hal ini dilakukan agar saldo akun prive atau dividen akan menjadi nol di akhir periode dan tidak tercampur dengan periode berikutnya.
Baca Juga: Memahami Konsep Jurnal Penutup di Era Otomatisasi
Kesalahan Akibat Lupa Menutup Akun-Akun
Dengan banyaknya akun-akun yang harus ditutup. Bisa saja membuat akuntan melewatkan salah satu penutupan akun seperti prive. Berikut adalah dampaknya jika lupa untuk menutup akun prive:
1. Dampak Teknis
Walaupun terlihat tidak penting, melewatkan penutupan akun prive akan membuat saldo awal modal tertulis lebih besar dari kenyataan pada neraca tahunan.
Sehingga, secara otomatis akan membuat laporan neraca akan tidak seimbang. Jika masalah tersebut terus dilakukan, integritas data akuntansi akan menjadi rusak.
2. Dampak Operasional
Selanjutnya, karena jurnal penutup ini akan mempengaruhi laporan keuangan. Dengan demikian, ketika ingin melakukan audit dengan data yang ada. Maka akuntan akan menghabiskan waktu berhari-hati untuk menemukan transaksi jika hasil laporan mengalami selisih.
Baca Juga: 4 Aspek Penting Hubungan Jurnal Penutup dan Neraca Saldo Setelah Penutupan
Kesimpulan
Pada dasarnya, validitas laporan keuangan sangat bergantung pada ketelitian fase tutup buku. Sehingga, proses pembuatan jurnal penutup ini bukanlah sekedar formalitas saja, melainkan fondasi dasar untuk membuat pencatatan akuntansi yang lebih baik.
Namun, jika Akuntan kantor atau perusahaan Anda masih mengandalkan cara manual, resiko human error sangatlah besar.
Oleh karena itu, Bambootree hadir sebagai software pengelolaan keuangan yang dilengkapi dengan fitur konsolidasi & backdate. Melalui fitur inilah Akuntan perusahaan Anda akan dipermudah dalam pembuatan laporan keuangan.
Tertarik untuk mengefisiensikan laporan keuangan perusahaan Anda? Yuk coba Bambootree sekarang dan rasakan kemudahan dalam pembuatan laporan keuangan.