Perbedaan Jurnal Penutup Perusahaan Dagang dan Perusahaan Jasa
Bagi kebanyakan bisnis, membuat jurnal penutup di akhir periode sangatlah penting. Terutama bagi Anda yang mengelola perusahaan jasa dan dagang. Perlu diketahui, bahwa perusahaan tersebut sangatlah berbeda, sehingga Anda tidak boleh menyamakan saat membuat jurnal penutup. Sebab, jika tetap disamakan saat pembuatan, akibatnya laporan keuangan yang dihasilkan bisa jadi tidak valid. Oleh karena itu, memahami perbedaan antara jurnal penutup perusahan jasa dan dagang sangatlah penting. Perbedaan Utama: Kompleksitas Operasional Walaupun fungsinya sama, terdapat perbedaan mendasar pada objek bisnisnya. Berikut adalah perbedaannya. Perusahaan Jasa Fokus utama bisnis ini adalah menjual keahlian atau layanan. Sehingga, tidak ada stok fisik yang perlu dinilai. Dengan demikian membuat siklus akuntansinya menjadi sederhana. Sebab, akuntan hanya perlu untuk mencatat pendapatan saat jasa yang diberikan dan beban terjadi. Perusahaan Dagang Berbeda dengan perusahaan dagang, karena fokus utama bisnis ini adalah menjual barang fisik. Maka, akuntan juga perlu menghitung stok barang yang memiliki nilai barang. Dengan demikian, pada perusahaan dagang memiliki akun persediaan barang dagang yang membuat proses penutupan lebih rumit. Sebab, Anda harus memperhitungkan Harga Pokok Penjualan atau HPP dan sisa stok di gudang. Akun Apa Saja yang Ditutup? Tak hanya sekadar itu, akun-akun yang ditutup pun berbeda. Kompleksitas bisnis dagang menuntut Anda menutup lebih banyak akun dibandingkan bisnis jasa.Berikut adalah perbedaan dari segi akun apa saja yang ditutup: Perusahaan Jasa Pada Perusahaan Jasa Daftar akunnya sangat ringkas. Anda hanya perlu menolkan akun berikut. Pendapatan Jasa. Beban Operasional seperti gaji, sewa, dan listrik. Prive atau penarikan modal pribadi. Perusahaan Dagang Pada Perusahaan Dagang Daftar akunnya akan lebih komplek karena terdapat akun akun lainnya. Berikut adalah akun yang harus ditutup: Penjualan. Termasuk akun kontra seperti Retur Penjualan dan Potongan Penjualan. Pembelian. Termasuk Retur Pembelian, Potongan Pembelian, dan Beban Angkut. Harga Pokok Penjualan atau HPP. Persediaan Barang Dagang. Perbedaan Cara Pembuatan Selain itu, teknis pembuatannya juga berbeda. Hal ini dikarenakan terdapat beberapa akun yang tentunya tidak sama antara kedua jenis usaha tersebut. Perusahaan Jasa Pada Perusahaan Jasa Langkah pembuatanya sangat sederhana. Sebab, Anda cukup mendebit akun Pendapatan dan mengkredit akun Ikhtisar Laba Rugi. Setelah itu, pindahkan saldo seluruh akun Beban ke sisi kredit. Proses ini tidak melibatkan perhitungan fisik aset lancar. Perusahaan Dagang Berbeda dengan perusahaan dagang yang akan menjadi lebih rumit, sebab pada perusahaan dagang terdapat stok barang. Sehingga harus dilakukan penyesuaian terhadap akun persediaan barang dagang seperti: Kreditkan Persediaan Awal. Tujuannya untuk menghapus nilai stok lama dari pembukuan. Debitkan Persediaan Akhir. Masukkan angka baru berdasarkan hasil perhitungan fisik atau stock opname. Kesimpulan Walaupun terlihat sama, proses jurnal penutup perusahaan jasa dan dagang memiliki tingkat kesulitan yang jauh berbeda. Perusahaan dagang menuntut ketelitian tinggi pada perhitungan HPP dan penyesuaian stok fisik. Risiko kesalahan manusia dalam proses manual ini sangat besar. Masalah akan bertambah, ketika perusahaan dagang yang dikelola memiliki banyak cabang. Dengan demikian, membuat jurnal penutupan satu persatu akan membuang produktivitas. Oleh karena itu, Bambootree hadir sebagai software konsolidasi dan backdate yang membantu dalam pembuatan laporan keuangan multi cabang secara otomatis. Tertarik untuk mengefisiensikan laporan keuangan multi-cabang? Yuk coba Bambootree sekarang dan wujudkan kemudahaan pembuatan laporan keuangan.
Perbedaan Jurnal Penutup Perusahaan Dagang dan Perusahaan Jasa Read More »


