Akuntansi

Accurate Online adalah Solusi Akuntansi Berbasis Cloud

Accurate Online adalah Solusi Akuntansi Berbasis Cloud

Bambootree.id – Dalam era digital saat ini, pengelolaan keuangan yang efisien menjadi sangat penting bagi keberlangsungan dan pertumbuhan bisnis. Accurate Online adalah software yang hadir sebagai solusi perangkat lunak akuntansi berbasis cloud yang dirancang untuk membantu perusahaan dalam mengelola keuangan bisnis Anda dengan lebih efektif. Aplikasi ini cocok untuk berbagai jenis usaha, mulai dari dagang, jasa, kontraktor, hingga pabrikasi. Dengan fitur-fitur yang lengkap dan kemudahan akses, Accurate Online menjadi pilihan utama bagi banyak pelaku bisnis. Jadi, Apa itu Accurate Online? Accurate Online adalah perangkat lunak akuntansi berbasis cloud yang dirancang untuk membantu perusahaan dalam mengelola keuangan dengan lebih efisien. Aplikasi ini sangat fleksibel dan dapat digunakan oleh berbagai jenis usaha, mulai dari dagang, jasa, kontraktor, hingga pabrikasi. Dengan fitur-fitur yang lengkap, Accurate Online menjadi pilihan utama bagi banyak pelaku bisnis yang ingin meningkatkan pengelolaan keuangan. Fitur Accurate Online Accurate Online menawarkan berbagai fitur yang memudahkan pengguna dalam melakukan pembukuan dan pengelolaan keuangan, antara lain: Membuat Bukti Transaksi: Memudahkan pengguna dalam mencatat setiap transaksi keuangan dengan cepat dan akurat. Menghasilkan Laporan Keuangan: Dapat menghasilkan laporan keuangan seperti neraca dan laporan laba rugi secara otomatis. Mengelola Invoice Lebih Cepat: Mempermudah proses pembuatan dan pengelolaan invoice, sehingga mempercepat arus kas. Menghitung PPN dan PPh 23 Secara Otomatis: Memastikan perhitungan pajak dilakukan dengan tepat dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Menghasilkan Lebih dari 200 Laporan Keuangan Profesional: Memberikan berbagai pilihan laporan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis. Keunggulan Accurate Online dibanding Kompetitornya Accurate Online memiliki beberapa keunggulan yang membuatnya menjadi pilihan yang tepat untuk pengelolaan keuangan perusahaan, antara lain: Sebagai aplikasi berbasis cloud, Accurate Online dapat diakses dari mana saja dan kapan saja, selama terhubung dengan internet. Ini memudahkan pengguna untuk memantau keuangan perusahaan secara real-time. Data yang disimpan di Accurate Online dilindungi dengan sistem keamanan yang canggih, sehingga pengguna tidak perlu khawatir tentang kehilangan data atau kebocoran informasi. Antarmuka yang user-friendly membuat Accurate Online mudah digunakan, bahkan bagi Anda yang tidak memiliki latar belakang akuntansi. Accurate Online dapat diintegrasikan dengan berbagai aplikasi lain, seperti e-commerce dan sistem manajemen inventaris, untuk meningkatkan efisiensi operasional. Accurate Online menyediakan layanan dukungan pelanggan yang responsif, siap membantu pengguna dalam mengatasi masalah atau pertanyaan yang mungkin timbul. Dengan fitur-fitur lengkap dan keunggulan yang ditawarkan, Accurate Online menjadi solusi akuntansi yang ideal untuk berbagai jenis usaha. Aplikasi ini tidak hanya membantu dalam pengelolaan keuangan, tetapi juga meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam pencatatan transaksi. Jika Anda mencari perangkat lunak akuntansi yang dapat diandalkan, Accurate Online adalah pilihan yang tepat untuk mendukung pertumbuhan bisnis Anda. Solusi Backdate dan Konsolidasi dengan Bambootree.id Untuk perusahaan yang membutuhkan solusi backdate dan konsolidasi yang terintegrasi, Bambootree.id adalah pilihan yang tepat. Dengan menggunakan Bambootree.id, Anda dapat mengelola data keuangan yang lebih kompleks dengan mudah, termasuk pengelolaan transaksi yang terjadi di masa lalu dan konsolidasi laporan dari berbagai cabang atau unit usaha. Mengapa Memilih Bambootree.id? Bambootree.id terintegrasi secara langsung dengan Software Accurate Online, memungkinkan Anda untuk mengelola semua data keuangan dalam satu platform yang terhubung. Dengan fitur backdate, Anda dapat dengan cepat memperbaiki dan mengelola transaksi yang terlambat tanpa mengganggu alur kerja yang ada. Dapatkan laporan konsolidasi yang komprehensif untuk membantu Anda dalam pengambilan keputusan strategis. Dengan Accurate Online dan Bambootree.id, Anda tidak hanya mendapatkan solusi akuntansi yang handal, tetapi juga alat yang dapat membantu Anda mengelola keuangan perusahaan dengan lebih baik dan lebih efisien. Jangan ragu untuk menghubungi kami dan temukan bagaimana kami dapat membantu bisnis Anda tumbuh!

Accurate Online adalah Solusi Akuntansi Berbasis Cloud Read More »

Cara Menghapus Saldo Awal di Accurate Online dan Accurate 5

Cara Menghapus Saldo Awal di Accurate Online dan Accurate 5

Bambootree – Mengelola saldo awal dalam software akuntansi seperti Accurate sangat penting untuk memastikan akurasi laporan keuangan. Namun, terkadang Anda mungkin perlu menghapus saldo awal, baik di Accurate Online maupun Accurate Offline Desktop. Berikut adalah panduan lengkap tentang cara melakukannya, serta cara mengatasi error yang mungkin muncul. Cara Menghapus Saldo Awal di Accurate Online Masuk ke Akun Accurate Online: Buka aplikasi Accurate Online dan masuk dengan akun Anda. Navigasi ke Menu Persediaan: Pilih menu Persediaan dari dashboard utama. Pilih Saldo Awal: Temukan dan pilih opsi Saldo Awal untuk melihat daftar saldo awal yang telah dimasukkan. Hapus Transaksi: Temukan transaksi saldo awal yang ingin Anda hapus. Klik pada opsi Hapus di samping transaksi tersebut. Mengatasi Error Saat Menghapus Jika Anda mendapatkan pesan error seperti “Tidak Dapat Menghapus Penyesuaian Persediaan Karena Telah Digunakan di Detail Saldo Awal Barang”, ini berarti transaksi penyesuaian persediaan yang ingin Anda hapus telah digunakan dalam detail saldo awal barang. Untuk mengatasi masalah ini, Anda perlu: Cek Transaksi Terkait: Pastikan tidak ada transaksi lain yang bergantung pada saldo awal tersebut. Hapus Transaksi Terkait: Jika ada transaksi yang menggunakan saldo awal tersebut, hapus transaksi tersebut terlebih dahulu sebelum mencoba menghapus saldo awal. Coba Lagi: Setelah hapus transaksi terkait, coba lagi untuk hapus saldo awal. Cara Hapus Saldo Awal di Accurate Offline Desktop Jalankan aplikasi Accurate di komputer Anda. Pilih menu Persediaan dari menu utama. Klik pada opsi Saldo Awal untuk melihat daftar saldo awal yang telah dimasukkan. Temukan transaksi saldo awal yang ingin Anda hapus. Klik kanan pada transaksi tersebut dan pilih Hapus. Mengatasi Error Saat Menghapus Jika Anda mengalami error yang sama seperti di Accurate Online, yaitu “Tidak Dapat Hapus Penyesuaian Persediaan Karena Telah Digunakan di Detail Saldo Awal Barang”, Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut: Periksa Transaksi Terkait: Lihat apakah ada transaksi lain yang menggunakan saldo awal tersebut. Hapus Transaksi Terkait: Hapus transaksi yang bergantung pada saldo awal sebelum mencoba menghapus saldo awal itu sendiri. Coba Lagi: Setelah menghapus transaksi terkait, coba lagi untuk hapus saldo awal. Cara hapus saldo awal di Accurate, baik di versi Online maupun Offline Desktop, memerlukan perhatian khusus untuk memastikan tidak ada transaksi yang bergantung pada saldo tersebut. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas dan mengatasi error yang mungkin muncul, Anda dapat dengan mudah mengelola saldo awal dalam sistem akuntansi Anda. Pastikan untuk selalu memeriksa transaksi terkait sebelum melakukan penghapusan untuk menghindari masalah lebih lanjut.

Cara Menghapus Saldo Awal di Accurate Online dan Accurate 5 Read More »

Financial Statement adalah Tujuan, dan Cara Membuatnya

Financial Statement adalah: Tujuan, dan Cara Membuatnya

Bambootree.id – Dalam dunia bisnis yang terus berkembang dan semakin kompetitif, memahami kondisi keuangan perusahaan adalah kunci untuk mengambil keputusan yang tepat dan strategis. Salah satu alat yang paling penting dalam proses ini adalah financial statement atau laporan keuangan. Apa Itu Financial Statement? Financial statement adalah laporan yang menyajikan informasi keuangan suatu perusahaan dalam periode tertentu. Laporan ini mencakup berbagai aspek, seperti pendapatan, pengeluaran, aset, dan kewajiban, yang memberikan gambaran menyeluruh tentang kesehatan finansial perusahaan. Ada 3 jenis laporan keuangan yang umum digunakan, antara lain: Laporan Laba Rugi: Menyajikan pendapatan dan biaya selama periode tertentu, sehingga dapat menghitung laba atau rugi bersih perusahaan. Neraca: Menunjukkan posisi keuangan perusahaan pada suatu titik waktu tertentu, dengan merinci aset, kewajiban, dan ekuitas pemilik. Laporan Arus Kas: Menggambarkan aliran kas masuk dan keluar dari perusahaan selama periode tertentu, memberikan wawasan tentang likuiditas dan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek. Tujuan Financial Statement Laporan keuangan memiliki beberapa tujuan penting, antara lain: Laporan keuangan memberikan informasi yang diperlukan bagi manajemen, investor, kreditor, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memahami kinerja dan posisi keuangan perusahaan. Dengan informasi yang akurat dan terkini, manajemen dapat membuat keputusan strategis yang lebih baik, seperti investasi, pengeluaran, dan perencanaan keuangan. Laporan keuangan memungkinkan analisis kinerja perusahaan dari waktu ke waktu, membantu dalam mengidentifikasi tren, kekuatan, dan kelemahan. Laporan keuangan juga berfungsi untuk memenuhi kewajiban pelaporan kepada otoritas pajak dan regulator, serta untuk menjaga transparansi kepada pemangku kepentingan. Cara Membuat Laporan Keuangan Membuat laporan keuangan yang akurat dan informatif memerlukan langkah-langkah tertentu. Berikut adalah cara umum untuk menyusun laporan keuangan: 1. Pengumpulan Data Keuangan Kumpulkan semua data keuangan yang relevan, termasuk catatan transaksi, faktur, dan bukti pembayaran. Pastikan semua data yang dikumpulkan akurat dan lengkap. 2. Menyusun Laporan Laba Rugi Pendapatan: Catat semua pendapatan yang diperoleh selama periode laporan. Biaya: Hitung semua biaya yang dikeluarkan, termasuk biaya operasional, biaya penjualan, dan biaya administrasi. Laba/Rugi Bersih: Kurangi total biaya dari total pendapatan untuk mendapatkan laba atau rugi bersih. 3. Menyusun Neraca Aset: Kategorikan semua aset perusahaan, termasuk aset lancar (kas, piutang, persediaan) dan aset tetap (tanah, bangunan, peralatan). Kewajiban: Catat semua kewajiban, termasuk utang jangka pendek dan jangka panjang. Ekuitas: Hitung ekuitas pemilik, yang merupakan selisih antara total aset dan total kewajiban. 4. Menyusun Laporan Arus Kas Arus Kas Masuk: Catat semua kas yang diterima dari operasi, investasi, dan pendanaan. Arus Kas Keluar: Catat semua kas yang dikeluarkan untuk operasi, investasi, dan pembayaran kewajiban. Saldo Kas: Hitung selisih antara arus kas masuk dan keluar untuk mendapatkan saldo kas bersih. 5. Review dan Audit Setelah laporan keuangan disusun, lakukan review untuk memastikan semua informasi akurat dan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku. Jika perlu, lakukan audit oleh pihak ketiga untuk mendapatkan validasi. 6. Pelaporan dan Distribusi Setelah laporan keuangan selesai, distribusikan kepada pemangku kepentingan yang relevan, termasuk manajemen, investor, dan kreditor. Pastikan laporan disajikan dengan jelas dan mudah dipahami. Financial statement adalah alat penting dalam dunia bisnis yang membantu perusahaan memahami kondisi keuangan mereka. Dengan menyusun laporan keuangan yang akurat, perusahaan dapat membuat keputusan yang lebih baik, menganalisis kinerja, dan memenuhi kewajiban pelaporan. Memahami cara membuat laporan keuangan adalah keterampilan yang sangat berharga bagi setiap profesional di bidang akuntansi dan keuangan.

Financial Statement adalah: Tujuan, dan Cara Membuatnya Read More »

5 Akun dalam Akuntansi yang Harus Anda Ketahui

5 Akun dalam Akuntansi yang Harus Anda Ketahui

Bambootree – Dalam dunia akuntansi, penggolongan akun sangat penting untuk mencatat dan mengorganisir transaksi keuangan. Penggolongan ini membantu perusahaan dalam menyajikan informasi finansial secara sistematis dan logis, sehingga memudahkan analisis dan pengambilan keputusan. Berikut adalah lima penggolongan akun yang umum digunakan dalam akuntansi: 5 Akun dalam Akuntansi 1. Akun Harta (Aset) Akun harta, atau aset, adalah sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan dengan harapan dapat memberikan manfaat di masa depan. Aset dibagi menjadi beberapa kategori berdasarkan kelancarannya: Harta Lancar: Aset yang dapat dikonversi menjadi uang tunai dalam waktu kurang dari satu tahun, seperti kas, piutang, dan persediaan. Harta Tetap: Aset yang digunakan untuk operasional bisnis dan memiliki umur lebih dari satu tahun, seperti mesin, gedung, dan kendaraan. Harta Tak Berwujud: Aset yang tidak memiliki bentuk fisik, seperti hak cipta dan paten. 2. Akun Kewajiban (Hutang) Akun kewajiban mencerminkan utang yang harus dibayar oleh perusahaan kepada pihak lain. Kewajiban ini dibagi menjadi: Utang Lancar: Utang yang harus dilunasi dalam waktu kurang dari 12 bulan. Utang Jangka Pendek: Utang yang memiliki jangka waktu 2 hingga 3 tahun, biasanya untuk pinjaman bank. Utang Jangka Panjang: Utang yang memiliki jangka waktu lebih dari 10 tahun, sering kali untuk proyek besar. 3. Akun Modal Akun modal adalah selisih antara aset dan kewajiban perusahaan. Modal mencakup investasi dari pemilik, saham, dan obligasi. Informasi tentang modal sangat penting untuk manajemen dalam menilai kesehatan keuangan perusahaan. 4. Akun Pendapatan Akun pendapatan mencatat semua penerimaan yang dihasilkan dari kegiatan bisnis. Pendapatan dibagi menjadi: Pendapatan Usaha: Pendapatan yang diperoleh dari kegiatan utama perusahaan, seperti penjualan barang atau jasa. Pendapatan di Luar Usaha: Pendapatan yang berasal dari sumber lain, seperti bunga atau sewa. 5. Akun Beban Akun beban mencatat semua pengeluaran yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk operasional. Beban dibagi menjadi: Beban Usaha: Pengeluaran rutin yang diperlukan untuk menjalankan bisnis, seperti gaji dan utilitas. Beban di Luar Usaha: Pengeluaran yang tidak terkait langsung dengan operasional, seperti bunga utang. Penggolongan akun dalam akuntansi adalah langkah krusial untuk memastikan bahwa semua transaksi keuangan dicatat dengan benar. Dengan penggolongan yang tepat, perusahaan dapat menyusun laporan keuangan yang akurat dan relevan, yang pada gilirannya mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik. Memahami lima penggolongan akun ini adalah dasar yang penting bagi setiap akuntan dan pemilik bisnis.

5 Akun dalam Akuntansi yang Harus Anda Ketahui Read More »

bukti potong pajak

Bukti Potong Pajak Adalah: Pengertian, Jenis, dan Cara Dapat

Bukti potong pajak adalah dokumen resmi yang menunjukkan bahwa pajak penghasilan (PPh) telah dipotong oleh pihak tertentu, seperti pemberi kerja atau institusi lain yang berwenang. Dokumen ini digunakan sebagai bukti bahwa pajak telah dibayarkan kepada negara, sehingga dapat digunakan dalam proses pelaporan dan perhitungan pajak tahunan. Setiap wajib pajak yang menerima penghasilan dari sumber tertentu, seperti gaji, honorarium, atau dividen, wajib memiliki bukti potong pajak sebagai dasar dalam pengisian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan. Tanpa bukti ini, wajib pajak bisa mengalami kesulitan dalam melaporkan pajaknya secara benar. Jenis-Jenis Bukti Potong Pajak Bukti potong pajak terdiri dari beberapa jenis, tergantung pada jenis pajak yang dipotong. Berikut beberapa jenis utama: Bukti Potong PPh 21 Bukti potong ini digunakan untuk pajak penghasilan dari gaji, upah, honorarium, tunjangan, dan pembayaran lainnya yang diterima oleh karyawan atau individu. Bukti Potong PPh 22 Digunakan dalam transaksi perdagangan barang tertentu, misalnya impor barang yang dikenakan pajak oleh pihak tertentu seperti bendahara pemerintah atau badan usaha tertentu. Bukti Potong PPh 23 Digunakan untuk transaksi jasa, dividen, royalti, bunga, dan sewa. Pihak pemotong biasanya adalah perusahaan yang membayar jasa kepada penyedia jasa. Bukti Potong PPh 26 Digunakan untuk pajak penghasilan yang dikenakan kepada wajib pajak luar negeri yang menerima penghasilan dari Indonesia. Bukti Potong PPh Final Digunakan untuk penghasilan yang dikenakan PPh Final, seperti pajak atas transaksi properti atau usaha tertentu. Baca Juga : Jurnal Akuntansi Pajak: Pengelolaannya Accurate dan Bambootree Cara Mendapatkan Bukti Potong Pajak Wajib pajak bisa mendapatkan bukti potong pajak dari pihak yang melakukan pemotongan pajak. Berikut beberapa cara mendapatkannya: Dari Pemberi Kerja atau Perusahaan Jika Anda adalah karyawan, bukti potong PPh 21 biasanya diberikan oleh perusahaan setiap tahun sebagai bagian dari proses pelaporan pajak. Dari Bank atau Lembaga Keuangan Untuk penghasilan seperti bunga deposito atau dividen, bank atau lembaga keuangan yang melakukan pemotongan akan memberikan bukti potong pajak kepada wajib pajak. Dari Mitra Bisnis Jika Anda seorang penyedia jasa atau pekerja lepas, klien atau perusahaan yang membayar jasa Anda akan memberikan bukti potong PPh 23. Mengunduh dari DJP Online Beberapa jenis bukti potong pajak kini bisa diakses melalui sistem pajak online yang disediakan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Pentingnya Bukti Potong Pajak dalam Pelaporan SPT Bukti potong pajak sangat penting dalam proses pelaporan pajak tahunan karena berfungsi sebagai bukti pembayaran pajak yang telah dilakukan. Dengan memiliki bukti potong yang lengkap, wajib pajak dapat memastikan bahwa perhitungan pajak mereka sesuai dengan yang dilaporkan ke DJP. Jika ada ketidaksesuaian, wajib pajak bisa mengajukan klarifikasi atau perbaikan sebelum batas waktu pelaporan. Baca Juga : Rasio Pajak Adalah: Pengertian, Cara Menghitung, dan Pentingnya Kesimpulan Bukti potong pajak adalah dokumen penting dalam sistem perpajakan di Indonesia. Dokumen ini memastikan bahwa pajak yang harus dibayarkan telah dipotong dan disetorkan kepada negara oleh pihak yang berwenang. Dengan memahami jenis-jenis bukti potong dan cara mendapatkannya, wajib pajak dapat lebih mudah dalam mengelola kewajiban pajaknya dan menghindari masalah perpajakan di kemudian hari.

Bukti Potong Pajak Adalah: Pengertian, Jenis, dan Cara Dapat Read More »

rasio pajak

Rasio Pajak Adalah: Pengertian, Cara Menghitung, dan Pentingnya

Apa Itu Rasio Pajak? Rasio pajak atau tax ratio adalah perbandingan antara total penerimaan pajak suatu negara dengan Produk Domestik Bruto (PDB). Rasio ini digunakan untuk mengukur efektivitas sistem perpajakan dalam mengumpulkan pendapatan bagi negara. Semakin tinggi rasio pajak, semakin besar kontribusi pajak terhadap perekonomian nasional. Cara Menghitung Rasio Pajak Rumus untuk menghitung rasio pajak cukup sederhana: Rasio Pajak=(Total Penerimaan PajakPDB)×100%\text{Rasio Pajak} = \left( \frac{\text{Total Penerimaan Pajak}}{\text{PDB}} \right) \times 100\% Sebagai contoh, jika suatu negara memiliki penerimaan pajak sebesar Rp1.000 triliun dan PDB sebesar Rp10.000 triliun, maka rasio pajaknya adalah: (1.00010.000)×100%=10%\left( \frac{1.000}{10.000} \right) \times 100\% = 10\% Artinya, pendapatan pajak menyumbang 10% dari total PDB negara tersebut. Faktor yang Mempengaruhi Rasio Pajak Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi rasio pajak suatu negara antara lain: Kepatuhan Wajib Pajak – Tingkat kepatuhan dalam membayar pajak sangat berpengaruh terhadap besarnya penerimaan pajak. Kebijakan Fiskal – Regulasi perpajakan dan insentif yang diberikan pemerintah dapat mempengaruhi besarnya penerimaan pajak. Struktur Ekonomi – Negara dengan sektor informal yang besar cenderung memiliki rasio pajak yang lebih rendah karena banyak transaksi yang tidak tercatat. Efisiensi Administrasi Pajak – Sistem administrasi pajak yang baik akan meningkatkan efisiensi dalam pengumpulan pajak. Baca Juga : Pajak Penerimaan Negara Sebagai Sumber Utama 2025 Pentingnya Rasio Pajak bagi Ekonomi Rasio pajak yang ideal sangat penting bagi stabilitas ekonomi suatu negara. Berikut beberapa alasan mengapa rasio pajak perlu diperhatikan: Pendanaan Program Pemerintah – Pajak digunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan berbagai program sosial. Mengurangi Ketimpangan Ekonomi – Dengan sistem pajak yang progresif, pemerintah dapat mengurangi kesenjangan antara kelompok ekonomi. Menjaga Stabilitas Fiskal – Rasio pajak yang sehat memastikan bahwa negara memiliki sumber pendapatan yang cukup untuk menghindari defisit anggaran. Menarik Investasi – Negara dengan sistem perpajakan yang transparan dan efisien lebih menarik bagi investor, yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Rasio Pajak di Indonesia Di Indonesia, rasio pajak cenderung lebih rendah dibandingkan negara-negara maju. Berdasarkan data Kementerian Keuangan, rasio pajak Indonesia dalam beberapa tahun terakhir berkisar antara 9-11%. Pemerintah terus berupaya meningkatkan rasio pajak dengan melakukan reformasi perpajakan, meningkatkan kepatuhan wajib pajak, dan memperluas basis pajak. Baca Juga : Jurnal Akuntansi Pajak: Pengelolaannya Accurate dan Bambootree Kesimpulan Rasio pajak merupakan indikator penting dalam mengukur efektivitas penerimaan pajak suatu negara. Dengan memahami cara menghitung dan faktor yang mempengaruhi rasio pajak, pemerintah dapat merancang kebijakan perpajakan yang lebih baik untuk mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Peningkatan rasio pajak dapat membantu negara dalam mencapai kesejahteraan masyarakat yang lebih baik melalui penyediaan layanan publik yang berkualitas.

Rasio Pajak Adalah: Pengertian, Cara Menghitung, dan Pentingnya Read More »

Scroll to Top