Ketahui Ini Perbedaan Neraca Saldo dan Neraca Lajur
Dalam memastikan laporan keuangan yang akurat, pastinya perusahaan memerlukan proses pencatatan rapi. Terdapat laporan yang sering digunakan dalam mendukung pencatatan diantaranya neraca saldo dan neraca lajur. Meskipun keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk memastikan akurasi dalam pencatatan transaksi, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Perbedaan Neraca Saldo dan Neraca Lajur Walaupun memiliki tujuan yang sama, tetapi neraca saldo dan neraca lajur memiliki perbedaan mendasar. Berikut adalah perbedaan dari kedua neraca tersebut: 1. Perbedaan Dari Pengertian Perbedaan pertama terlihat dari pengertiannya. Jika neraca saldo diartikan sebagai laporan yang berisi daftar saldo debit dan kredit dari seluruh akun dalam buku besar. Berbeda halnya dengan neraca lajur yang diartikan sebagai laporan yang menampilkan alur penyusunan laporan keuangan. Laporan ini akan lebih kompleks karena memuat berbagai tahapan seperti penyesuaian, neraca saldo setelah penyesuaian, hingga penyusunan laporan laba rugi dan neraca akhir. Perbedaan inti. Neraca saldo fokus pada pemeriksaan keseimbangan angka. Neraca lajur fokus pada alur proses penyusunan laporan keuangan. 2. Perbedaan Dari Tujuan Neraca saldo dan neraca lajur juga berbeda dari sisi tujuannya. Neraca saldo sering digunakan untuk memastikan saldo setiap akun sudah benar. Sehingga, laporan ini seringkali digunakan untuk membantu perusahaan memeriksa apakah total debit dan kredit sudah berada pada posisi seimbang. Berbeda, neraca jalur yang digunakan untuk menunjukkan alur penyusunan laporan keuangan. Mulai dari pencatatan awal, penyesuaian, sampai laporan akhir siap digunakan. Dengan demikian, neraca lajur akan membantu perusahaan dalam melihat keseluruhan proses hingga laporan akhir terbentuk. 3. Perbedaan Dari Komponen Perbedaan selanjutnya terlihat dari sisi komponen. Hal itu, karena neraca saldo hanya menampilkan saldo debit dan kredit dari setiap akun dalam buku besar. Laporan ini berfungsi sebagai alat pengecekan sehingga komponennya lebih sederhana. Berbeda dengan halnya neraca lajur yang memiliki komponen yang lebih lengkap. Sehingga laporan ini akan membuat neraca saldo awal, jurnal penyesuaian, neraca saldo setelah penyesuaian, hingga rangkuman yang digunakan untuk menyusun laporan keuangan akhir. Baca Juga: Kenali Dampak Neraca Saldo Tidak Seimbang dan Cara Mengatasinya Lalu, Kapan Perusahaan Menggunakan Kedua Neraca Tersebut? Jika terdapat pertanyaan semacam itu, jawabannya adalah ketika perusahaan dihadapkan dalam situasi seperti berikut: 1. Situasi saat neraca saldo diperlukan Perusahaan membutuhkan pengecekan apakah seluruh saldo akun sudah seimbang sebelum masuk ke tahap penyesuaian. Laporan ini nantinya akan membantu dalam mendeteksi kesalahan pencatatan lebih cepat. 2. Situasi saat neraca lajur lebih relevan Perusahaan membutuhkan gambaran lengkap dari proses penyusunan laporan keuangan. Laporan ini memuat alur dari pencatatan awal, penyesuaian, hingga laporan akhir yang siap digunakan dalam pengambilan keputusan. Kesimpulan Kedua neraca tersebut pada dasarnya sangat mendukung dalam pembuatan laporan keuangan. Neraca saldo membantu perusahaan memastikan setiap akun berada pada posisi seimbang. Neraca lajur membantu perusahaan melihat alur penyusunan laporan hingga data siap digunakan. Dengan demikian, keduanya saling melengkapi dalam menjaga ketepatan laporan keuangan. Namun permasalahannya, jika perusahaan Anda memiliki banyak cabang, proses konsolidasi laporan sering memakan waktu dan berisiko menimbulkan selisih. Oleh karena itu, Bambootree hadir sebagai Software Konsolidasi dan Backdate yang dapat membantu dalam membuat laporan multi-cabang menjadi lebih cepat dan akurat. Sehingga perusahaan bisa mengambil keputusan dengan data yang lebih terstruktur.
Ketahui Ini Perbedaan Neraca Saldo dan Neraca Lajur Read More »





