Informasi

Mengenal Cara Kerja Payment Gateway Pada Bisnis

Mengenal Cara Kerja Payment Gateway Pada Bisnis

Di era digital sekarang ini, kemudahan transaksi pembayaran menjadi komponen utama dalam setiap bisnis. Terutama, jika industri bisnis memiliki volume transaksi yang besar setiap harinya. Sehingga, memahami cara kerja payment gateway sangatlah penting untuk memastikan bahwa transaksi berjalan dengan lancar, aman, dan efisien.ย  Bagaimana Payment Gateway Bekerja Dalam Bisnis? Dalam bertransaksi melalui metode payment gateway, ada berbagai tahapan penting yang terlibat untuk memastikan transaksi berlangsung dengan aman dan efisien. Berikut adalah cara kerja dari payment gateway yang umum digunakan oleh bisnis 1. Pemilihan Transaksi Pembayaranย  Di Tahap awal, dimulai ketika konsumen memutuskan untuk membeli suatu produk dan jasa melalui platform digital. Ketika ingin melakukan pembayaran biasa platform digital seperti website maupun e-commerce akan memunculkan opsi pembayaran dengan adanya sistem payment gateway yang terpasang. 2. Proses Otorisasiย  Setelah konsumen memilih metode pembayaran yang sesuai, payment gateway berperan penting dalam memastikan bahwa data transaksi yang dikirimkan diproses dengan aman dan efisien. Tahap verifikasi dan pemrosesan oleh payment gateway ini sangat penting untuk memastikan bahwa transaksi berjalan lancar dan terhindar dari potensi risiko, seperti penipuan atau kesalahan transaksi. 3. Respon Otorisasi Setelah otorisasi, payment gateway akan menerima respon otorisasi dari bank atau penyedia layanan pembayaran. Biasanya, respon ini berisi hasil verifikasi apakah transaksi dapat diteruskan atau tidak.ย  Jika nantinya diteruskan transaksi akan dinyatakan berhasil. Namun, jika transaksi tersebut ada permasalahan, transaksi bisa saja lakukanย  penolakan. 4. Settlementย ย  Pada tahap terakhir ini, adalah tahap yang paling penting. Sebab, ketika transaksi dengan metode payment gateway telah disetujui, maka dana akan dapat dipindahkan dari akun konsumen ke akun pedangan.ย ย  Namun, perlu diketahui bahwa proses settlement ini biasanya tidak dilakukan secara langsung, tetapi ada waktu-waktu tertentu yang sudah diatur oleh layanan penerbit payment gateway. Baca Juga:ย Apa Bedanya Omset dan Profit Dalam Sebuah Bisnis? Tantangan Tersembunyi: Rekonsiliasi Multi-Channel Demikian penjelasan singkat tentang cara kerja dari sistem payment gateway. Namun, perlu Anda ketahui cara tersebut hanya berlaku pada satu payment gateway saja. Lalu, bagaimana ketika industri bisnis menggunakan beberapa channel pembayaran seperti transfer manual, QRIS, atau bahkan elektronik payment yang berbeda-beda?ย  Pastinya hal itu akan membuat pengelolaan transaksi menjadi lebih komplek dan membutuhkan solusi yang lebih terintegrasi.ย  Sehingga, Bambootree hadir sebagai software konsolidasi dan backdate yang dapat membantu Anda dalam melakukan rekonsiliasi pembayaran yang lebih efisien.ย  Masih mau mau direpotkan dengan berbagai hal hanya untuk mencocokan data dan melakukan rekonsiliasi?ย  Yuk hubungi tim marketing kami dan dapatkan penawaran yang menarik untuk membantu Anda dalam mengotomatisasi proses rekonsiliasi pembayaran dan pengelolaan keuangan.  

Mengenal Cara Kerja Payment Gateway Pada Bisnis Read More ยป

Kenali Penggunaan Elektronik Payment Pada Sebuah Bisnis

Kenali Penggunaan Elektronik Payment Pada Sebuah Bisnis

Perkembangan teknologi mendorong pula adanya perubahan terhadap sistem pembayaran di berbagai sektor industri. Awalnya, pembayaran hanya sebatas dengan adanya pembayaran tunai dan cek, namun kini berkembang adanya sistem electronic payment atau e-payment.ย  E-payment bukan hanya sekedar transfer online saja, tetapi ekosistem yang dapat merevolusi cara bisnis dalam pengelolaan keuangan. Artikel ini akan membahas lebih rinci mengenai electronic payment dalam bisnis.ย  Apa itu Electronic Payment?ย  Electronic Payment atau yang disingkat sebagai e-payment adalah salah satu metode pembayaran yang dilakukan melalui platform elektronik seperti seperti kartu kredit, dompet digital, dan transfer bank. Sehingga pada pembayaran ini tidak akan melibatkan pertukaran uang tunai secara fisik.ย  Bagi pebisnis, e-payment ini akan menjadi solusi untuk menerima pembayaran yang lebih cepat dan efisien. Sebab, dengan adanya sistem ini pebisnis hanya perlu untuk Mengotorisasi, memberikan kliring dan melakukan penyelesaian transaksi. Dengan demikian, seluruh proses pembayaran akan selesai dalam waktu singkat, tanpa adanya prosedur yang rumit seperti pembayaranย  tradisional.   Mengapa Electronic Payment Diperlukan Dalam Bisnis?ย  Menggunakan elektronik payment, bukan hanya soal mengikuti perkembangan zaman saja. Tetapiย  langkah strategi untuk dapat meningkatkan akurasi dalam pembayaran. Selain itu e-payment juga berfungsi sebagai:ย  1. Meningkatkan Akurasi Pembayaranย  Dengan adanya sistem electronic payment, setiap transaksi pembayaran akan tercatat secara lengkap, meliputiย  waktu, nominal, dan tujuan. Tidak hanya itu, sistem ini juga akan menyimpan identitas pengguna serta status transaksi. Sehingga,pembayaran akan dapat akurat dan terhindar dari kesalahan yang terjadi saat penginputan manual. 2. Memangkas Biaya Operasional Dengan beralihnya ke sistem e-payment, bisnis akan memangkas berbagai biaya operasional yang berkaitan dengan pengelolaan pembayaran manual, seperti biaya administrasi, pembuatan kwitansi ataupun ongkos kirim dokumen. 3. Mempercepat Arus kas (Cash Flow) Melalui penggunaan sistem e-payment, pembayaran dari customer mudah diterima dan diverifikasi secara instan, sehingga mengurangi waktu tunggu yang biasanya terjadi pada metode pembayaran tradisional. 4. Meningkatkan Skalabilitas Bisnisย  Saat bisnis mulai tumbuh dan volume transaksi semakin banyak. Maka, mengelola pembayaran secara manual akan lebih memakan waktu.ย  Sehingga, dengan meningkatkan sistem e-payment akan dapat membantu dalam meningkatkan skalabilitas bisnis yang lebih baik. 5. Mendukung Fleksibilitas dalam pembayaranย  E-payment menawarkan berbagai pilihan metode pembayaran yang dapat disesuaikan dengan preferensi pelanggan, mulai dari kartu kredit, e-wallet, hingga transfer bank atau QR code. Fleksibilitas ini memberi kemudahan bagi pelanggan dalam melakukan transaksi, yang dapat meningkatkan pengalaman pelanggan dan loyalitas mereka terhadap bisnis Anda. 6. Memberikan Kemudahan dalam pengelolaan Cash Flowย  Dengan e-payment, pembayaran dari pelanggan bisa diterima dan terverifikasi secara instan, membuat dana lebih cepat masuk ke kas perusahaan. Di sisi lain, pembayaran ke vendor dapat dieksekusi tepat waktu sesuai jadwal, menjaga reputasi dan kelancaran rantai pasok. Arus kas yang lebih cepat dan prediktif adalah nyawa bagi bisnis manapun. 7. Memperluas Pasar Dengan sistem pembayaran elektronik, bisnis dapat dengan mudah menerima pembayaran dari pelanggan yang berada di seluruh dunia, tanpa terhalang oleh batasan geografis atau perbedaan mata uang. Ini membuka peluang bagi bisnis untuk memperluas pasar dan melayani pelanggan internasional, yang sebelumnya mungkin sulit dijangkau menggunakan metode pembayaran tradisional.   Kesimpulan   Electronic payment adalah metode yang dapat digunakan untuk membantu dalam mengefisiensikan proses bisnis. Tak hanya itu saja, e-payment juga akan membantu dalam meningkatkan skalabilitas bisnis dan dapat meningkatkan akurasi pembayaran.ย  Jika Anda menginginkan pencatatan transaksi yang lebih terkontrol dengan baik, Anda dapat mengintegrasikan dengan software konsolidasi seperti Bambootree yang dapat membantu menggabungkan data dari berbagai sistem pembayaran dan sumber transaksi ke dalam satu platform yang terpusat. Dengan Bambootree, Anda dapat mengintegrasikan electronic payment dengan sistem akuntansi Anda, seperti pencatatan otomatis transaksi yang dilakukan melalui berbagai metode pembayaran. Selain itu, Bambootree juga menawarkanย  fitur rekonsiliasi otomatis dalam pencocokan laporan bank atau sistem pembayaran lainnya.ย   

Kenali Penggunaan Elektronik Payment Pada Sebuah Bisnis Read More ยป

Perbedaan omset dan profit

Apa Bedanya Omset dan Profit Dalam Sebuah Bisnis?

Dalam mengukur performa keuangan perusahaan, pastinya tidak asing dengan istilah omset dan profit. Walaupun kedua istilah tersebut terlihat sama, namun keduanya memiliki perbedaan mendasar. Berikut adalah perbedaan dari omset dan profit. Perbedaan Mendasar Dari Pengertiannyaย  Omset dan profit seringkali dianggap sama, namun keduanya memiliki pengertian yang berbeda. Omset sering didefinisikan sebagai hasil dari seluruh pendapatan pada periode tertentu tanpa dikurangi biaya apapun.ย  Berbeda dengan pengertian dari profitย  yang sering didefinisikan sebagai jumlah pendapatan ketika telah dikurangi dengan berbagai macam biaya seperti harga pokok penjualan (HPP), produksi, maupun pajak.ย ย  Jadi dapat disederhanakan omset itu merupakan keuntungan kotor serta profit adalah keuntungan bersih.   Perbedaan Lainnya dariย  Profit dan Omsetย  Selain dari pengertian,ย  omset dan profit juga memiliki perbedaan lainnya seperti: 1. Tujuan Utamaย ย  Tujuan utama dari mengetahui jumlah omset adalah untuk tolak ukur pendapatan yang dihasilkan. Sehingga nantinya akan berguna apakah bisnis yang dijalankan memiliki daya tarik yang luas dalam pemasaran. Sebaliknya, profit dapat membantu dalam menilai kinerja keuangan dari perusahaan dengan memberikan visualisasi tentang keuntungan yang diperoleh dari seluruh kinerja yang telah dilakukan oleh bisnis.ย  Dengan demikian, ketika bisnis mendapatkan profit, maka bisnis akan dinilai berhasil dalam menghasilkan keuntungan setelah pertimbangan seluruh biaya dan pengeluarannya.ย  2. Perhitungannyaย  Selanjutnya cara penghitungannya juga berbeda beda, jika omset dihitung dengan cara mengalikan harga jual dengan jumlah yang terjual pada periode tertentu.ย ย  Berbeda dengan profit, karena ini keuntungan bersih maka cara menghitungnya adalah total seluruh pendapatan dikurangi dengan total biaya yang digunakan misalnya biaya produksi, pajak, bunga, maupun hutang.ย  3. Keterlibatan Dalam Bisnisย  Pada dasarnya omset merupakan hasil dari total seluruh penjualan. Sehingga terlibat dalam penilaian kinerja penjualan yangย  telah dilakukan oleh perusahaan tersebut.ย  Baca Juga:ย Mengenal Losses Pada Istilah Akutansi Kesimpulan Namun perlu diingat bahwa omset yang tinggi belum tentu mendapatkan keuntungan. Sebab, perusahaan perlu untuk memperhitungkan berbagai macam biaya seperti halnya biaya produksi, operasional maupun pajak.ย  Sebaliknya, karena profit merupakan keuntungan bersih yang didapatkan oleh perusahaan. Sering kali, profit dilibatkan sebagai ukuran. Dengan demikian, mendapatkan profit tinggi tentunya menjadikanย  menunjukan bahwa perusahaan tersebut dapat meningkatkan penjualan serta mengontrol biaya seefisien mungkin. Dari perbedaan diatas, sebenarnya profit dan omset dapat menjadi tolak ukur bagi perusahaanย  untuk menilai kinerja keuangan dan operasionalnya. Semoga artikel diatas dapat membantu Anda dalam memahami perbedaan tentang omset dan profit.ย   

Apa Bedanya Omset dan Profit Dalam Sebuah Bisnis? Read More ยป

Mengapa Omset Sangat Penting Bagi Pertumbuhan Bisnis

Mengapa Omset Sangat Penting Bagi Pertumbuhan Bisnis?

Dalam menjalankan sebuah bisnis, tentunya mendapatkan keuntungan adalah tujuan yang ingin dicapai. Untuk mendapatkan keuntungan, biasanya bisnis akan melakukan penjualan produk untuk mendapatkan omset. Istilah omset sering disalah artikan sebagai keuntungan bersih. Sebab, omset sebenarnya merujuk pada total pendapatan sebelum dikurangi dengan berbagai macam biaya seperti operasional, produksi, maupun pajak. Berikut adalah penjelasan lebih rinci mengenai omset meliputi manfaat dan bedanya dengan profit.ย  Pengertian Omset Apa itu Omset? Omset adalah total uang yang diperoleh dari penjualan suatu produk berdasarkan periode tertentu. Sering kali omset dikaitkan dengan laba kotor, namun ternyata keduanya berbeda.ย  Sebab, omset akan dihitung dari seluruh dana yang didapatkan tanpa ada pengurangan biaya operasional. Berbeda dengan laba kotor yang dihitung dengan mengurangi dengan biaya yang dikeluarkan dari total pendapatan. Dengan demikian, omset suatu bisnis dapat menjadi indikator awal ย  untuk melihat potensi pendapatan yang dihasilkan dari pemasaran produk atau layanan. Walaupun, omset tinggi bukan berarti mendapatkan keuntungan bersih yang tinggi juga, tetapi hal ini akan membantu menunjukan bisnis tersebut memiliki permintaan pasar yang baik. Mengapa Mengetahui Omset sangat penting?ย  Bagi pebisnis, mengetahui omset sangatlah penting terutama dalam memberikan gambaran akan pendapatanย  yang dihasilkan dari bisnis tersebut. Selain itu, mengetahui omset sangatlah penting untuk: 1. Tolak Ukur Bisnisย  Omset seringkali digunakan sebagai tolak ukur keberhasilan bisnis, sehingga sangatlah pentingย  dalam memantau dan menganalisis hasil pendapatan yang telah dilakukan. 2. Perencanaan Keuanganย  Dengan mengetahui omset, maka pebisnis dapat melakukan perencanaan keuangan secara lebih matang. Sebab, informasi omset dapat memberikan visualisasi yang jelas mengenai arus kas masuk dan keluar, sehingga nantinya dapat digunakan untuk memprediksi kebutuhan dari pengembangan bisnis. 3. Mengidentifikasi Masalahย  Ketika omset yang diketahui berbeda dari semula, maka pebisnis biasanya akan mengidentifikasi permasalahan yang terjadi. Sehingga, nantinya pebisnis akan membuat strategi baru yang dapat meningkatkan omset agar kembali atau melebihi dari omset sebelumnya. 4. Pengambilan Keputusanย  Selanjutnya omset juga berfungsi sebagaiย  cara dalam pengambilan keputusan yang tepat. Hal ini karena, ketika omset diketahui, pebisnis akan dapat menilai seberapa besarkah produk/jasa tersebut mempengaruhi penjualan yang dapat diterima oleh konsumen.ย  Sehingga, informasi tersebut sangatlah membantu dalam mengambil langkah-langkah yang strategis seperti perluasan pasar atau bahkan penyesuaian harga. 5. Penilaian Investorย  Menariknya mengetahui omset, dapat membantu dalam menarik investor untuk berinvestasi. Omset yang terus berkembang akan menunjukan potensi dalamย  menghasilkan keuntungan dari penjualan yang dilakukan oleh suatu bisnis. Baca Juga:ย Mengenal Losses Pada Istilah Akutansi Cara Menghitung Omsetย  Pada dasarnya menghitung omset adalah proses yang sangatlah sederhana. Namun, dalam mencapai hasil yang optimal sangatlah diperlukan ketelitian dalam menghitung omset. Berikut adalah cara menghitung omset yang tepat. Rumus dasar untuk menghitung omset Omset = Jumlah Unit Terjual X Harga Jual per Unit Studi Kasus Dalam Penjualan Air Mineral Kemasanย  Agar membantu Anda dalam perhitungan omset, artikel ini akan dilengkapi dengan studi kasus sebagai berikut:ย  Sebagai contohย  Pak agus memiliki toko kelontong yang menjual air mineral kemasan 600ml dengan harga Rp 3.000 / pc. Lalu pada periode April, pak budi telah melakukan penjualan sebesar 1000 pc. Maka berapa omset penjualan air mineral yang telah dilakukan oleh pak budi?ย  Untuk mendapatkan hasilnya, maka Anda dapat menjumlahkan unit yang telah terjual dengan harga jual seperti berikut:ย  Omset = Jumlah Unit Terjual X Harga Jual per Unit Omset = 1000 X 3000 Omet = Rp 3.000.0000 Jadi omset yang dihasilkan oleh pak agus adalah Rp 3.000.000 pada periode penjualan april.ย  Selain perhitungan omset, pebisnis juga akan menghitung persentase omset untuk mengukur pertumbuhan bisnis dan membandingkan kinerja antara periode-periode yang berbeda. Berikut adalah cara untuk menghitung persentase omset. Rumus dalam menghitung persentase omset Persentaseย  = ( Akhir โ€“ Awal ) : Awal x 100% Sebagai contoh agar dapat lebih menjelaskan, terdapat data penjualan dari pak agus sebagai berikut: Diketahui pada bulan Maret 2025 pak Agus telah menghasilkan omset sebesar Rp 9.500.000ย  dan pada periode bulan april pak Agus mendapatkan omset sebesar Rp10.100.000. Maka berapa persentase perhitungan omset yang didapatkan oleh pak Agus. Untuk dapat menghitung persentase, dapat menggunakan perhitungan rumus sebagai berikut:ย  Persentase = (Akhir – Awal) : Awal X 100%ย  Persentase = (10.100.000 – 9.500.000) : 9.500.000 X 100% Pesentase = 600.000:9.500.000 x 100% Persentase = 0,06315 X 100% Persentase = 6,32%ย  Maka dapat dijelaskan bahwa omset penjualan dari pak Agus mengalami peningkatan sebesar 6,32% dari maret ke april 2025. Baca Juga:ย Apa Yang Dimaksud Dengan Laba Bersih? Kesimpulan Pada dasarnya, omset adalah total dari pendapatan yang diperoleh dari penjualan yang dilakukan tanpa dikurangi dengan biaya manapun. Sehingga, dengan mengetahui omset nantinya pebisnis dapat mengukur bagaimana bisnis dapat berkembang lebih baik lagi.ย  Cara menghitungnya pun juga mudah, karena hanya mengalikan harga penjualan dengan unit yang terjual. Namun perlu diketahui, walaupun proses perhitungannya yang mudah, perhitungan omset harus dilakukan dengan seksama.ย ย  Dalam membantu menghitung omsetย  yang didapatkan, Anda dapat menggunakan software pengelolaan keuangan seperti Bambootree yang dapatย  memberikan solusi yang tepat dari bisnis Anda, mulai dari penjualan, pembayaran, hingga pencatatan jurnal. ย  Selain itu, untuk memudahkan dalam sistem akuntansi, software konsolidasi ini juga terintegrasi secara langsung dengan accurate online.    

Mengapa Omset Sangat Penting Bagi Pertumbuhan Bisnis? Read More ยป

Apa itu EBITDA: Manfaat dan Cara Menghitungnya

Apa itu EBITDA: Manfaat dan Cara Menghitungnya

Mengetahui EBITDA pada istilah akuntansi sangatlah penting. Terutama dalam mengukur kinerja operasional perusahaan. Tentu bagi seorang yang tidak bergerak pada bidang akuntansi, istilah semacam ini tentunya akan asing. Berikut penjelasan lebih rinci dalam mengenal pengertian, fungsi serta cara menghitungnya. Apa itu EBITDA? EBITDA adalah singkatan dariย  Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization. Sehingga dapat diartikan sebagai laba dari perusahaan yang utuh. Karena belum dikurangi dengan biaya bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi.ย  Sederhananya, EBITDA dapat diartikan sebagaiย  sebagai laba operasional yang telah dihitung tanpa mengurangiย  faktor-faktor lainnya. Walaupun sekilas mirip dengan laba kotor, karena berfokus pada penerimaan keuntungan sebelum mengalami pemotongan seperti bunga dan pajak.ย  Namun EBITDA akan memberikan gambaran yang jelas bagaimana perusahaan dapat menghasilkan keuntungan tanpa dipengaruhi oleh faktor internal maupun kebijakan akuntansi.   Mengapa Penting Dalam Menghitung EBITDA?ย    EBITDA berperan sangat penting dalam membantu menilai perusahaan dalam menghasilkan keuntungan seefisien mungkin dengan adanyaย  aktivitas produksi. Namun, selain itu EBITDA juga memiliki fungsi lainnya yaitu: 1. Tolak Ukur Profitabilitasย  Melalui adanya EBITDA itu berarti perusahaan akan memiliki data keuangan secara real-time yang dapat digunakan sebagai tolak ukur profitabilitas yang objektif.ย  Hal ini dipengaruhi karena pada perhitungan EBITDA biasanya perhitungan tidak memasukan beban bunga, pajak, penyusutan dan amortisasi. Dengan demikian akan menghasilkan laporan keuangan yang murni dari operasional perusahaan tersebut.ย  2. Membandingkan Antar Perusahaanย  Karena EBITDA akan memvisualkan pendapatan bersih yang diterima sebelum dikurangi oleh beragam biaya. Maka matriks ini sangatlah berperan efektif dalam memberikan informasi mengenai kesehatan keuangan dari perusahaan.ย  3. Mendukung Proses Pengambilan Keputusan Dengan memahami EBITDA dapat juga membantu dalam proses pengambilan keputusan. Dimana nantinya seseorang yang akan berinvestasi ke dalam perusahaan tersebut akan memilih untuk melihat gambaran kinerja operasional dari EBITDA. 4. Indikator Aruskas Walaupun tidak mempengaruhi langsung, EBITDA juga dapat menunjukan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan arus kas dari operasi inti. Hal ini dipilih karena dalam perhitungan dari EBITDA itu benar-benar bersih seperti biaya pajak maupun biaya depresiasi dan amortisasi. Baca Juga:ย Mengenal Losses Pada Istilah Akutansi Elemen Pada EBITDAย  Mengetahui ebitda pada perusahaan tentunya akan membantu dalam menyediakan informasi tentang pendapatan bersih yang belum dikurangi pengaruh eksternal. Berikut adalah elemen-elemen yang dapat Anda ketahui:ย  Bunga (Interest): Biaya yang dibayarkan atas hutang yang dilakukan perusahaan biasanya mulai dari pinjaman bank yang akan dibayar secara berkala.ย  Pajak (Taxes): Biaya ini dibayarkan kepada negara untuk nominalnya bergantung padaย  penghasilan atau laba yang diperoleh perusahaan, serta peraturan perpajakan yang berlaku di negara tersebut.ย  Depresiasi (Depreciation): Biaya ini akan dihitung dengan adanya biaya penyusutan aset tetapย  seperti bangunan, mesin, atau bahkan alat-alat penunjang produktivitas). Amortisasi (Amortization): Biaya ini dialokasikan pada biaya aset yang tidak berwujud seperti hak cipta, merk dagang, maupun paten. Baca Juga:ย Cara Membuat Jurnal Pembayaran Gaji Dengan Praktis Bagaimana Cara Menghitung EBITDA Yang Tepat?ย  Dengan adanya EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization), perusahaan dapat memahami profitabilitas operasional dengan mudah. Berikut adalah cara dalam menghitung EBITDA.   Rumus perhitungan EBITDA: EBITDA = Laba Bersih + Beban Bunga + Pajak + Depresiasi + Amortisasiย  Selain rumus tersebut dalam menghitung EBITDa juga dapat menggunakan cara seperti ini:ย  EBITDA = Biaya Amortisasi + Beban Depresiasi + Laba operasional   Untuk mempermudah Anda dalam memahaminya, pada artikel ini juga dilengkapi dengan studi kasus sebagai contohnya. Dimana ada perusahaan memperoleh laba dalam operasionalnya sebesar Rp 10.000.000. Namun dalam kegiatan operasional tersebut perusahaan harus membayar biaya-biaya lainnya mulai dari biaya amortisasi sebesar Rp1.000.000. Dan biaya depresi sebesar Rp1.500.000 maka cara menghitungnya adalah: EBITDA = 10.000.000 + 1.000.000 + 1.500.000ย  EBITDA = 12.500.000ย  Kesimpulan Namun perlu diketahui bahwa dalam penghitungan EBITDA bisa jadi dapat dimanipulasi oleh perusahaan. Hal itu karena bertujuan agar dapat mendatangkan investor dan melakukan investasi pada perusahaan tersebut. EBITDA adalah sebuah matrik yang menunjukkan laba perusahaan sebelum mempertimbangkan bunga, pajak, penyusutan, atau amortisasi. Sehingga nantinya, dapat berguna sebagai tolak ukur dalam menilai kinerja operasional inti perusahaan. Untuk memberikan kemudahan Anda dalam menghitung EBITDA, Anda dapat memanfaatkan software pengelolaan keuangan seperti Bambootree. Sebab, software ini telah terintegrasi dengan sistem accurate online yang memberikan kemudahan dalam perhitungan dan pembuatan laporan keuangan yang mudah.  

Apa itu EBITDA: Manfaat dan Cara Menghitungnya Read More ยป

Mengenal Losses Pada Istilah Akutansi

Mengenal Losses Pada Istilah Akutansi

Pada istilah akuntansi losses diartikan pada kerugian yang terjadi akibat pengeluaranย  perusahaan melebihi pendapatan yang diperoleh pada aktivitas bisnis. Sehingga losses dapat juga didefinisikan kerugian finansial yang dimiliki oleh perusahaan. Berikut adalah penjelasan detail mengenai Losses meliputi pengertian, cara menghitungnya, dan apa saja faktornya. Apa Itu Losses?ย  Losses adalah salah satu jenis kerugian finansial yang dialami oleh perusahaan. Dimana ketika perusahaan harus mengeluarkan biaya yang melebihi pendapatan dalam periode tertentu.ย  Biasanya kerugian ini dapat disebabkan oleh berbagai faktorย  seperti operasional maupun non-operasional perusahaan. Apa Saja Faktor yang Menyebabkan Losses? Kerugian (Losses) pada dasarnya dapat terjadi pada setiap perusahaan terutama dalam ketika kondisi pasar kurang stabil. Namun tak hanya itu, berikut adalah faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya losses: 1. Fluktuasi Pasar Perubahan pada kondisi ekonomi adalah salah satu faktor yang mendorong terjadinya losses. Hal itu didorong juga adanyaย  faktor-faktor internal seperti resesi ekonomi, inflasi, maupun krisis keuangan global. Sehingga perusahaan perlu untuk merancang strategi keuangan yang matang atau melakukan diversifikasi sumber pendapatan. 2. Manajemen Yang Tidak Efisienย  Selanjutnya losses yang dialami oleh perusahaan juga dapat terjadi ketika adanya manajemen yang tidak efisien seperti pada produksi, distribusi, ataupun pemasaran. 3. Penurunan Nilai Asetย  Faktor selanjutnya yang menyebabkan losses pada perusahaan adalah penurunan nilai aset. Baik itu dari perkiraan maupun penurunan harga pasar. 4. Kegagalan Dalam Memasarkan Produkย  Tidak semua produk atau jasa dapat diterima oleh konsumen, sehingga ketika adanya kegagalan dalam memasarkan produk tentunya dapat menjadi pengaruh dalam pendapatan perusahaan atau penyebab losses. Baca Juga:ย Jurnal Pembelian Kredit: Pengertian, Manfaat Dan Isinya Cara Menghitung Lossesย ย    Dalam mempermudah penulisan laporan laba rugi mengetahui cara perhitungan kerugian Dalam mempermudah penulisan laporan laba rugi mengetahui cara perhitungan kerugian sangatlah penting. Sehingga nantinya dapat mempengaruhi kinerja pada perusahaan secara keseluruhan. Berikut adalah cara menghitung kerugian (losses) pada laporan keuangan: Rumus Loss = Pendapatan โ€“ Biaya Agar Anda lebih mudah dipahami, pada artikel ini juga akan dilengkapi dengan studi case sebagai berikut.ย  Dimana perusahaan PT. Terang Cemerlang memiliki pendapatan pada periode tertentu sebesar Rp 20.000.000 pada periode 2024, tapi mereka selama periode tersebut telah mengeluarkan dana sebesar Rp 30.000.000 untuk biaya produksi, pajak, dan operasional lainnya. Maka, cara menghitung lossnya pada perusahaan tersebut yaituย  Loss = 20.000.000 – 30.000.000 Loss = -10.000.000ย  Jadi perusahaan PT. Terang Cemerlang memiliki kerugian (Loss) sebesar Rp. -10.000.000 dalam periode tersebut. Baca Juga:ย Wajib Tahu! Perbedaan dari Laba Kotor dan Laba Bersih   Kesimpulan Losses atau yang disingkat loss didefinisikan sebagai kerugian yang didapatkan oleh perusahaan. Banyak faktor yang bisa menyebabkan losses terjadi diantaranya fluktuasi pasar, geopolitik, maupunย  kegagalan dalam memasarkan produk.ย  Cara menghitung losses pun sangat mudah, sebab Anda hanya hanya perlu melakukan pengurangan antara pendapatan dengan biaya total yang telah dikeluarkan. Jika Anda, mengalami kesulitan dalam menghitungย  losses atau kerugian secara manual, Anda dapat menggunakan software pengelolaan keuangan seperti bambotree.ย  Bambootree.id adalah Software konsolidasi & backdate yang dapat membantu Anda dalam menjalankan bisnis seperti penjualan, pembelian, pencatatan keuangan, maupun perhitungan laba dan rugi. Selain itu, software ini juga telah terintegrasi dengan accurate online yang dapat memberikan kemudahan data seperti transfer otomatis dan manual.

Mengenal Losses Pada Istilah Akutansi Read More ยป

Scroll to Top