Payment Berjadwal dan Auto Debit: Sama Tapi Beda

Daftar Isi

Bagikan artikel ini ke:

Payment Berjadwal dan Auto Debit: Sama Tapi Beda

Dalam istilah akuntansi, tentunya terdapat beragam metode dan sistem pembayaran yang digunakan untuk menjaga kelancaran arus kas. Dua di antaranya yang sering muncul dalam praktik bisnis adalah payment berjadwal dan auto debit.

 

Walaupun sekilas mirip, namun keduanya memiliki perbedaan mendasar yang dapat memengaruhi cara bisnis mengatur keuangan. Artikel ini akan membahas tentang perbedaan kedua istilah tersebut secara lebih detail. 

 

Perbedaan dari Definisinya

 

Payment berjadwal dapat didefinisikan sebagai cara untuk melakukan pembayaran yang diatur sesuai jadwal tertentu, di mana pengguna memiliki kendali penuh atas tanggal, jumlah, dan penerima transaksi. Sistem ini memberi fleksibilitas bagi bisnis untuk menyesuaikan pembayaran dengan siklus operasional, misalnya pembayaran gaji karyawan setiap akhir bulan atau pembayaran vendor mingguan.

 

Berbeda dengan itu, auto debit diartikan sebagai sebuah mekanisme pembayaran otomatis yang dilakukan oleh pihak bank atau penyedia layanan. Dana ditarik langsung dari rekening sesuai kesepakatan tanpa perlu konfirmasi tambahan dari pengguna.

 

Perbedaan dari Aspek Kontrol

 

Perbedaan selanjutnya tentunya dari aspek kontrol. Jika payment berjadwal, pengguna akan memiliki kendali penuh atas transaksi yang dilakukan. Itu artinya, seorang akuntan atau tim keuangan bisa menentukan tanggal pembayaran sesuai dengan kebutuhan operasional atau . Bahkan, sebelum eksekusi dilakukan, mereka masih bisa meninjau ulang atau melakukan perubahan bila kondisi kas perusahaan berubah.

 

Berbeda dengan sistem auto debit, kontrol berada di tangan pihak bank atau penyedia layanan. Begitu tanggal jatuh tempo tiba, dana langsung ditarik dari rekening tanpa konfirmasi tambahan. Praktis memang, tetapi sifatnya kaku karena pengguna tidak bisa menunda atau menyesuaikan jumlah pembayaran secara mendadak.

 

Perbedaan dari Aspek Risiko

 

Walaupun keduanya sama-sama mempermudah pekerjaan akuntan maupun tim keuangan, namun dari sisi risiko terdapat perbedaan yang cukup signifikan. Jika payment berjadwal dapat memberikan ruang bagi pengguna untuk meninjau ulang transaksi sebelum eksekusi dilakukan, maka risiko yang muncul bisa lebih terkendali. 

 

Berbeda dengan sistem auto debit yang  menempatkan kontrol penuh pada pihak bank atau penyedia layanan. Begitu tanggal jatuh tempo tiba, dana langsung ditarik tanpa konfirmasi tambahan. Risiko yang muncul bisa berupa saldo tidak mencukupi, penarikan ganda, atau kesalahan sistem yang sulit diantisipasi.

 

Perbedaan dari Aspek Kesesuaian untuk Bisnis

Tentunya setiap bisnis memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Sehingga tidak semua bisnis bisa menggunakan metode pembayaran yang sama. Payment berjadwal  lebih sesuai untuk perusahaan dengan arus kas yang kompleks. Misalnya, perusahaan logistik yang harus membayar vendor mingguan, atau perusahaan retail yang mengatur gaji karyawan setiap akhir bulan.  

Berbeda dengan sistem auto debit akan cocok pada kebutuhan rutin yang sederhana pembayaran tagihan listrik, cicilan kartu kredit, atau biaya langganan bulanan. Sistem ini praktis untuk individu maupun bisnis kecil yang tidak memiliki banyak transaksi dan hanya ingin memastikan pembayaran selalu tepat waktu tanpa repot mengatur jadwal manual.

 

Dari pembahasan di atas, jelas bahwa payment berjadwal dan auto debit memiliki perbedaan mendasar yang mempengaruhi cara bisnis mengelola keuangan. Payment berjadwal menawarkan fleksibilitas, kontrol penuh, serta ruang mitigasi risiko yang lebih besar. Sebaliknya, auto debit lebih praktis untuk transaksi rutin yang sederhana, namun kurang fleksibel dan memiliki risiko lebih tinggi bila saldo tidak mencukupi atau terjadi kesalahan sistem. 

 

Selain itu, dalam mendukung pengelolaan keuangan yang lebih efisien terutama pada perusahaan multi-cabang. Bambootree hadir sebagai software konsolidasi dan backdate yang dapat membantu  perusahaan menggabungkan data dari berbagai cabang menjadi satu laporan terpadu. Jadi masih bingung untuk pengelolaan keuangan bisnis multi cabang, yuk coba bambootree sekarang juga.

 

Picture of Bambootree
Bambootree

Membahas seputar konsolidasi, backdate, dan laporan keuangan perusahaan.

Scroll to Top