Mengenal Jurnal Penutup Perusahaan Dagang
Pada akhir siklus akuntansi, tentunya setiap perusahaan dagang perlu memastikan bahwa seluruh transaksi yang terjadi selama periode berjalan telah dicatat dengan benar. Biasanya perusahaan dagang akan membuat jurnal penutup. Sebab, tanpa adanya jurnal penutup, saldo akun nominal akan tetap terbawa ke periode berikutnya. Akibatnya, laporan keuangan akan menampilkan selisih antar tiap akun. Apa itu Jurnal Penutupan Perusahaan Dagang? Jurnal penutupan perusahaan dagang adalah pencatatan untuk menutup akun nominal (pendapatan, beban, ikhtisar laba rugi) agar saldonya kembali nol di periode berikutnya. Jurnal penutupan biasanya dilakukan pada akhir periode dan pada perusahaan dagang mencakup akun terkait persediaan dan HPP, seperti pembelian, retur/potongan pembelian, serta beban angkut, agar perhitungan laba rugi akurat. Contoh sederhana: Akun Penjualan: Rp 500.000.000 Akun HPP: Rp 300.000.000 Akun Beban Operasional: Rp 50.000.000 Melalui jurnal penutupan, saldo akun tersebut ditutup, lalu hasil akhirnya (laba Rp 150.000.000) dipindahkan ke akun modal. Dengan begitu, laporan keuangan siap digunakan untuk analisis, perencanaan, maupun pelaporan pajak. Baca Juga: Strategi Penghematan Pajak: Kunci Legal dan Terencana untuk Bisnis Anda Mengapa Perusahaan Dagang Membuat Jurnal Penutupan? Walaupun perusahaan dagang, tentunya tetap harus membuat jurnal penutup di akhir periode akuntansi. Hal ini karena perusahaan dagang memiliki akun-akun nominal seperti penjualan, harga pokok penjualan (HPP), beban operasional, dan pendapatan lain yang perlu ditutup agar laporan keuangan mencerminkan kondisi riil bisnis. Berikut adalah beberapa manfaat ketika perusahaan membuat jurnal penutup: 1. Menentukan laba atau rugi periode berjalan. Dengan membuat jurnal penutupan, perusahaan dagang dapat menghitung laba atau rugi periode berjalan secara jelas dan akurat. Seluruh akun pendapatan dan beban dipindahkan ke bagian laba rugi, sehingga hasil usaha pada periode tersebut dapat diketahui tanpa tercampur dengan transaksi periode berikutnya. 2. Menyajikan laporan keuangan yang akurat. Tanpa jurnal penutupan, saldo akun nominal akan terbawa ke periode berikutnya. Akibatnya, laporan laba rugi bisa menampilkan angka yang keliru dan menyesatkan pengambilan keputusan. 3. Menjaga transparansi dan kepercayaan. Investor, kreditur, dan pihak internal perusahaan membutuhkan laporan yang dapat dipercaya. Jurnal penutupan membantu menjaga integritas laporan keuangan sehingga perusahaan terlihat profesional dan kredibel. 4. Memenuhi standar akuntansi. Manfaat selanjutnya adalah memenuhi standar akuntansi, sebab pembuatan jurnal penutup ini akan memastikan proses pencatatan dilakukan sesuai prinsip akuntansi yang berlaku. Dengan jurnal penutupan, pendapatan dan beban diakui pada periode yang tepat, laporan keuangan tersusun secara sistematis, serta informasi keuangan yang dihasilkan menjadi andal dan dapat dibandingkan antar periode. Baca Juga: Kesalahan Umum dalam Membuat Jurnal Penutup Metode Pembuatan Jurnal Penutup Perusahaan Dagang Dalam praktik akuntansi, pembuatan jurnal penutup pada perusahaan dagang dapat dilakukan dengan dua metode utama seperti 1. Pencatatan Metode Periodik Salah satu metode yang dapat digunakan dalam mencatat pada jurnal penutup perusahaan dagang adalah metode periodik. Pada metode periodik, persediaan tidak dicatat secara terus-menerus. Tetapi biasanya, perusahaan melakukan perhitungan fisik persediaan di akhir periode untuk mengetahui jumlah persediaan akhir dan menentukan harga pokok penjualan. Dari data inilah nantinya digunakan oleh perusahaan dagang sebagai dasar penyusunan jurnal penutupan dan perhitungan laba atau rugi periode berjalan secara akurat. 2. Pencatatan Metode Perpetual Terdapat pula metode pencatatan jurnal penutup perusahaan dagang dengan menggunakan metode perpetual. Pada metode ini, persediaan dan harga pokok penjualan dicatat secara terus-menerus setiap kali terjadi transaksi. Oleh karena itu, pada akhir periode akuntansi, jurnal penutupan difokuskan pada penutupan akun pendapatan, beban, dan laba rugi, karena nilai persediaan dan HPP telah tercatat secara otomatis selama periode berjalan. Kapan Jurnal Penutup Dibuat Oleh Perusahaan Dagang Pada dasarnya pembuatan jurnal penutup perusahaan dagang dibuat pada akhir periode akuntansi. Namun, waktu pembuatannya bisa bervariasi tergantung pada kebutuhan pasar. Berikut adalah pilihan waktu yang sesuai: 1. Akhir Bulan Banyak perusahaan dagang memilih membuat jurnal penutup setiap akhir bulan. Tujuannya adalah untuk menyajikan laporan keuangan bulanan yang dapat digunakan manajemen dalam mengevaluasi kinerja cabang, mengontrol biaya operasional, dan menentukan strategi penjualan. 2. Akhir Tahun Jurnal penutup tahunan dilakukan untuk menyusun laporan keuangan final. Laporan ini biasanya digunakan untuk audit, pelaporan pajak, dan evaluasi kinerja tahunan. Penutupan tahunan lebih kompleks karena mencakup seluruh transaksi selama satu tahun penuh. 3. Setelah Penyesuaian (Adjusting Entries) Jurnal penutup tidak bisa dibuat sebelum semua penyesuaian selesai. Misalnya, penyesuaian persediaan, beban yang masih harus dibayar, atau pendapatan yang masih harus diterima. Hal ini memastikan laporan keuangan benar-benar mencerminkan kondisi riil perusahaan. Kesimpulan Jurnal penutup adalah bagian krusial dari siklus akuntansi perusahaan dagang. Sehingga, memahaminya adalah langkah yang tepat dalam menjaga akurasi laporan keuangan, memastikan transparansi, serta meningkatkan kepercayaan dari berbagai pihak yang berkepentingan terhadap bisnis. Namun, proses manual sering kali berisiko kesalahan. Terutama ketika, perusahaan memiliki cabang atau anak perusahaan. Sehingga, menciptakan tantangan yang kompleks. Oleh karena itu, Bambootree hadir sebagai software Konsolidasi dan backdate yang memiliki fitur import instan. Dengan fitur ini, data transaksi dapat diimpor secara otomatis, jurnal penutup bisa dibuat lebih cepat, dan risiko kesalahan pencatatan dapat diminimalkan. Ingin merasakan kehebatan bambootree? Yuk hubungi tim marketing kami sekarang juga.
Mengenal Jurnal Penutup Perusahaan Dagang Read More »
