Akuntansi

Neraca Lajur

Neraca Lajur: Pengertian, Manfaat, dan Tantangannya

Salah satu moment paling krusial dan penuh tantangan dalam pemilik bisnis adalah memasuki akhir periode. Hal ini karena banyak tumpukan data yang harus dipersiapkan. Sehingga, akuntan seringkali dirumitkan untuk memastikan semua data telah terhubung sebelum menjadi laporan keuangan secara final. Dalam mempermudah pekerjaan tersebut, biasanya akuntan akan membuat neraca lajur sebagai alat untuk merangkum dan mengevaluasi seluruh transaksi selama periode tersebut. Berikut adalah penjelasan lebih detail mengenai neraca lajur pada bidang akuntansi. Apa itu Neraca Lajur?  Neraca lajur adalah sebuah worksheet yang digunakan untuk memeriksa rekening yang terdapat pada buku besar yang telah disesuaikan. Sehingga nantinya, akan memudahkan pihak internal untuk dapat memverifikasi dan menyesuaikan data yang dipelukan dalam laporan final.   Penting digaris bawahi, bahwa neraca lajur bukanlah laporan keuangan final, melainkan alat bantu yang digunakan untuk memastikan semua transaksi dan penyesuaian tercatat dengan benar sebelum laporan keuangan disusun.  Dengan demikian, adanya neraca jalur, akan memudahkan akutan untuk dapat memeriksa dan memastikan keseimbangan antara debet dan kredit dengan mudah, sebelum laporan akhir dibuat. Mengapa Neraca Lajur Penting Pada Siklus Akuntansi? Meskipun tidak wajib, pembuatan neraca lajur sangat membantu mendeteksi potensi kesalahan sebelum laporan keuangan final disusun. Selain itu, neraca lajur memiliki fungsi sebagai berikut: 1. Mendeteksi Potensi Kesalahan Dengan adanya neraca lajur, itu berarti akan membantu akuntan dalam mendeteksi potensi kesalahan yang terjadi. Sehingga, adanya neraca lajur dapat memastikan laporan keuangan menjadi lebih akurat sebelum laporan final tersusun lebih rapi. 2 Mempermudah Proses Penyesuaian Fungsi selanjutnya dalam membuat neraca lajur adalah membantu dalam proses penyesuaian laporan keuangan seperti memastikan semua transaksi tercatat dengan benar dan akurat, serta memudahkan akutan dalam melakukan koreksi sebelum laporan final disajikan. 3. Menjadi Penghubung Antara Laporan Keuangan Sebelum menyajikan laporan final, sangatlah penting untuk membuat neraca lajur yang dapat menjadi penghubung antara laporan keuangan dan memastikan semua transaksi tercatat dengan tepat, sehingga laporan keuangan final yang disajikan lebih akurat dan terpercaya. 4. Meningkatkan Kontrol dan Pengawasan Adanya neraca jalur juga dapat membantu dalam meningkatkan kontrol dan pengawasan terhadap kinerja tim akutansi. Sebab, neraca jalur akan memberikan transparansi data terhadap laporan keuangan yang telah disesuaikan sebelumnya. Format Nereca Jalur Yang Digunakan Dalam Akutansi Neraca jalur biasanya dibuat ketika perusahaan masih memiliki sistem akutansi manual. Berikut adalah format neraca jalur yang sering digunakan oleh saat masih menggunakan sistem akutansi manual.   1. Neraca Lajur 8 Kolom Ini adalah format paling sederhana, mencakup kolom untuk Neraca Saldo, Laporan Laba Rugi, dan Neraca. Format ini kurang populer karena melewatkan tahap penting, yaitu Neraca Saldo Setelah Penyesuaian. 2. Neraca Lajur 10 Kolom Format ini dianggap sebagai standar industri dan yang paling umum digunakan. Kelima pasang kolomnya (masing-masing untuk Debit dan Kredit) adalah: Neraca Saldo, Jurnal Penyesuaian, Neraca Saldo Setelah Penyesuaian, Laporan Laba Rugi, dan Neraca. 3. Neraca Lajur 12 Kolom Ini adalah format yang lebih lengkap, biasanya digunakan oleh perusahaan berbentuk Perseroan Terbatas (PT). Ia menambahkan sepasang kolom untuk Laporan Perubahan Modal atau Laporan Saldo Laba Ditahan, memisahkannya dari kolom Neraca.   Tantangan dalam Pembuatan Neraca Lajur Manual   Karena biasanya neraca lajur ini dibuat oleh perusahaan yang masih menggunakan sistem akuntansi manual, tentu saja memiliki tantangan yang dihadapi seperti:  1. Human Error Yang Tinggi  Karena worksheet ini dibuat secara manual, satu kesalahan yang disebabkan oleh human error dapat merusak keseimbangan worksheet dan membutuhkan waktu berjam-jam dalam melacaknya. 2. Sangat Memakan Waktu  Tantangan selanjutnya dalam penggunaan neraca lajur tersebut adalah sangat memakan waktu. Sebab, proses pembuatan, verifikasi, dan pengecekan yang dilakukan secara manual membutuhkan perhatian ekstra dan dapat mengganggu efisiensi kerja tim akuntansi. 3. Kesulitan Konsolidasi Ini adalah mimpi buruk bagi grup perusahaan ketika telah memiliki, beeberapa anak usaha. Dengan menggabungkan beberapa neraca lajur dari entitas yang berbeda secara manual sangat tidak efisien, rumit, dan sangat rentan terhadap kesalahan. Panduan Praktis: Cara Membuat Neraca Lajur 10 Kolom   Berikut adalah langkah-langkah dasar untuk membuat neraca lajur 10 kolom yang menjadi standar umum: 1. Siapkan Data dan Format Buatlah tabel dengan 10 kolom. Masukkan semua nama akun dan saldonya dari neraca saldo sebelum penyesuaian (unadjusted trial balance) ke dalam dua kolom pertama. 2. Input Ayat Jurnal Penyesuaian (AJP) Masukkan semua transaksi penyesuaian (seperti penyusutan, beban dibayar di muka, dll.) ke dalam kolom Jurnal Penyesuaian. 3. Hitung Neraca Saldo Setelah Penyesuaian Hitung saldo baru untuk setiap akun dengan menggabungkan angka dari kolom Neraca Saldo dan kolom Penyesuaian. Masukkan hasilnya di kolom Neraca Saldo Setelah Penyesuaian. Pastikan total debit dan kredit di kolom ini seimbang. 4. Distribusikan Saldo ke Kolom Laporan Pindahkan semua saldo akun pendapatan dan beban dari kolom Neraca Saldo Setelah Penyesuaian ke kolom Laporan Laba Rugi. Kemudian, pindahkan saldo akun aset, liabilitas, dan ekuitas ke kolom Neraca. 5. Hitung Laba/Rugi dan Selesaikan Worksheet Jumlahkan total debit (beban) dan kredit (pendapatan) pada kolom Laba Rugi. Selisihnya adalah laba atau rugi bersih. Masukkan angka laba/rugi ini di kolom yang lebih kecil untuk menyeimbangkan totalnya, lalu pindahkan angka yang sama ke kolom Neraca (di sisi kredit untuk laba, sisi debit untuk rugi) untuk menyeimbangkan total akhir Neraca. Contoh Sederhana:   Nama Akun Neraca Saldo (D) Neraca Saldo (K) L/R (D) L/R (K) Neraca (D) Neraca (K) Kas 50.000.000 50.000.000 Pendapatan Jasa 20.000.000 20.000.000 Beban Gaji 5.000.000 5.000.000 Total … … 5.000.000 20.000.000 … … Laba Bersih 15.000.000 15.000.000 Total Akhir 20.000.000 20.000.000 … …   Bambootree: Tinggalkan Cara Manual, Beralih ke Akuntansi Cerdas   Melihat semua tantangan dan kerumitan di atas, jelas bahwa metode manual tidak lagi efisien untuk bisnis yang ingin bertumbuh cepat dan akurat. Disinilah Bambootree hadir sebagai software konsolidasi dan backdate yang dapat mempercepat proses pencatatan, verifikasi, dan penyusunan laporan keuangan, sekaligus memastikan akurasi data dan memudahkan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat. Masih mau dirumitkan dengan berbagai permasalahn akutansi yang ada? Yuk coba Bambootree sekarang dan buatlah laporan keuangan dan neraca lajur dengan efiseien.

Neraca Lajur: Pengertian, Manfaat, dan Tantangannya Read More »

laporan keuangan bulanan

Mengapa Bisnis Membuat Laporan Keuangan Bulanan?

Bagi pemilik bisnis, membuat laporan keuangan bulanan yang akurat dan konsisten adalah suatu kewajiban. Hal ini karena  dapat memberikan gambaran tentang kesehatan finansial dan perencanaan keuangan di masa depan. Berikut adalah manfaat membuat laporan keuangan bulanan dan cara membuatnya. Mengapa Bisnis Perlu Membuat Laporan Keuangan Bulanan? Laporan keuangan bulanan bukan hanya alat pelaporan, tetapi sebuah instrumen kontrol dan perencanaan. Berikut adalah manfaat utama dalam pembuatan laporan keuangan bulanan: 1. Monitoring performa keuangan Dengan adanya laporan keuangan, itu berarti pembisnis dapat melihat arus kas masuk maupun keluar secara berkala. 2. Deteksi dini masalah keuangan Manfaat selanjutnya adanyae laporan keuangan dapat membantu pembisnis dalam mendeteksi masalah keuangan. Hal ini karena laporan keuangan memberikan gambaran yang jelas tentang arus kas, pendapatan, pengeluaran, serta kewajiban finansial perusahaan.  Misalnya, penurunan margin atau lonjakan biaya operasional. 3. Dasar pengambilan keputusan Melalui laporan keuangan yang tersusun rapi, seperti alokasi anggaran, ekspansi, atau efisiensi biaya. pebisnis dapat memperoleh informasi yang akurat dan transparan mengenai kondisi finansial perusahaan. Dengan demikian, nantinya akan mempermudah dalam pengambilan keputusan. Format dan Komponen Laporan Keuangan Bulanan Seperti laporan keuangan lainnya, laporan keuangan bulanan juga mencakup tiga komponen utama yaitu: 1. Laporan Laba Rugi (Income Statement)   Komponen utama yang wajib ada pada laporan keuangan bulanan adalah laporan laba-rugi. Hal ini karena perusahaan dapat mengukur perbandingan antara pendapatan dan pengeluaran biaya-biaya tertentu. Dengan demikian, laporan laba-rugi membantu pemilik bisnis menilai kinerja operasional perusahaan dalam periode bulanan. Contoh Laporan Laba Rugi Sederhana – PT Maju Jaya (Periode Agustus 2025)   Keterangan Jumlah Pendapatan Penjualan Rp 100.000.000 Harga Pokok Penjualan (HPP) (Rp 45.000.000) Laba Kotor Rp 55.000.000 Biaya Operasional (Gaji, Sewa, dll.) (Rp 20.000.000) Laba Bersih Sebelum Pajak Rp 35.000.000 2. Laporan Neraca (Balance Sheet)   Neraca memberikan gambaran tentang posisi keuangan perusahaan pada satu titik waktu tertentu. Laporan ini menunjukkan apa yang dimiliki perusahaan (Aset) dan dari mana sumbernya (Kewajiban dan Modal). Rumus dasarnya adalah: Aset = Kewajiban + Modal.   Contoh Neraca Sederhana – PT Maju Jaya (Per 31 Agustus 2025)   Aset Jumlah Kewajiban & Modal Jumlah Kas dan Setara Kas Rp 50.000.000 Utang Usaha Rp 20.000.000 Piutang Usaha Rp 15.000.000 Modal Dissector Rp 50.000.000 Persediaan Rp 25.000.000 Laba Ditahan Rp 20.000.000 Total Asset Rp 90.000.000 Total Kewajiban & Modal Rp 90.000.000 3. Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement) Laporan ini melacak semua pergerakan uang tunai yang masuk dan keluar dari perusahaan, yang dikelompokkan ke dalam aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan. Contoh Laporan Arus Kas Sederhana – PT Maju Jaya (Periode Agustus 2025)   Keterangan Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Operasi Laba Bersih Rp 35.000.000 Penyesuaian: Kenaikan Piutang Usaha (Rp 5.000.000) Kenaikan Utang Usaha Rp 2.000.000 Arus Kas Bersih dari Operasi Rp 32.000.000 Arus Kas dari Aktivitas Investasi Pembelian Aset Tetap (misal: mesin) (Rp 10.000.000) Arus Kas Bersih dari Investasi (Rp 10.000.000) Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan (Tidak ada penambahan modal/pembayaran utang bank) Rp 0 Arus Kas Bersih dari Pendanaan Rp 0 Perubahan Bersih Kas dan Setara Kas Rp 22.000.000 Saldo Kas di Awal Periode (1 Agustus 2025) Rp 28.000.000 Saldo Kas di Akhir Periode (31 Agustus 2025) Rp 50.000.000   Tantangan yang Sering Dihadapi Saat Membuat Laporan Manual   Melihat contoh di atas mungkin tampak mudah untuk membuat laporan dengan cara manual.  Berikut adalah tantangan yang bisa saja dihadapi: Risiko Human Error: Salah memasukkan satu angka saja dapat merusak keseluruhan laporan dan menyebabkan analisis yang salah. Memakan Waktu: Proses rekapitulasi data dari berbagai catatan atau spreadsheet sangat menyita waktu produktif yang seharusnya bisa digunakan untuk strategi bisnis. Sulitnya Konsolidasi: Bagi bisnis dengan beberapa cabang, menggabungkan data keuangan menjadi satu laporan konsolidasi adalah pekerjaan yang sangat rumit. Masalah Backdate: Perlu memperbaiki transaksi dari periode sebelumnya? Melakukan backdate secara manual bisa merusak data dan laporan yang sudah ada.   Bambotree: Solusi Akuntansi Untuk Otomatisasikan Laporan    Bayangkan jika semua tantangan tersebut bisa diatasi. Dengan software akuntansi modern, laporan keuangan bulanan dapat dibuat secara otomatis, akurat, dan instan. Sistem yang terintegrasi memastikan tidak ada lagi risiko kesalahan input manual. Oleh karena itu, Bambootree hadir sebagai software yang dapat membantu dalam pembuatan laporan keuangan bulanan. Tak hanya untuk membuat laporan saja, sistem ini juga memiliki fitur andalan yaitu untuk melakukan konsolidasi antar cabang secara real-time dan kemampuan backdate dalam menggubah tanggal sebelumnya.  Jadi masih mau pakai cara manual yang berisiko dan memakan waktu? Yuk gunakan bambootree sekarang dan wujudkan kemudahan dalam pembuatan laporan keuangan.

Mengapa Bisnis Membuat Laporan Keuangan Bulanan? Read More »

perbedaan pembukuan dan pencatatan

Pembukuan dan Pencatatan, Emang Ada Bedanya?

Dalam akuntansi, pembukuan dan pencatatan adalah dua aktivitas yang berbeda secara mendasar, meskipun seringkali dianggap sama oleh masyarakat awam.  Berikut adalah perbedaan utama antara keduanya:  Perbedaan Dari Tujuannya  Perbedaan utama antara pencatatan dan pembukuan terletak pada tujuan utamanya. Pencatatan berfungsi sebagai dokumentasi awal transaksi, mencatat jumlah uang, tanggal, dan pihak yang terlibat secara sistematis.  Sementara pembukuan bertujuan untuk mengorganisir dan mengklasifikasikan transaksi dalam sistem akuntansi, sehingga memudahkan pembuatan laporan keuangan, neraca, dan analisis arus kas. Perbedaan Waktu dan Proses  Perbedaan selanjutnya yaitu terlihat dari waktu dan prosesnya. Sebab, jika pencatatan umumnya akan dilakukan saat transaksi terjadi.  Berbeda dengan halnya pembukuan biasa akan diproses secara berkala pada akhir periode misalnya harian, mingguan, atau bahkan bulanan. Hal ini karena harus melakukan pengelompokan berdasarkan kategori tertentu. Perbedaan Format Pencataan bisa dilakukan dengan berbagai format misalnya seperti nota, invoice, struk, atau bahkan catatan manual. Namun, sekarang ini pencatatan bisa di lakukan melalui sistem kasir maupun spreadsheet.  Di sisilain, karena memiliki struktur yang lebih komplek, biasanya pembukuan memiliki format yang lebih terstruktur. Hal ini karena harus mengikuti standar akuntasi dan langsung terintegrasi dengan laporan keuangan. Dengan demikian, Akutan biasanya akan menggunakan software akutansi dalam proses pembukuan. Perbedaan Output  Pencatatan akan menghasilkan data mentah, sehingga tidak dapat digunakan untuk proses analisis dan pelaporan.  Berbeda dengan pembukuan yang menghasilkan data yang lebih kompleks. Maka output yang didapat akan membantu dalam pengambilan keputusan. Perbedaan Peran dalam Audit Dalam proses audit, pencatatan berfungsi sebagai bukti transaksi. Auditor akan memeriksa nota, invoice, dan dokumen pendukung untuk memastikan bahwa transaksi benar-benar terjadi. Berbeda dengan Pembukuan menjadi sumber utama dalam audit. Auditor akan menilai apakah pembukuan mencerminkan kondisi keuangan yang sebenarnya.   Pencatatan dan pembukuan adalah tahapan krusial dalam pengelolaan keuangan. Dengan demikian, sangatlah penting untuk memastikan kedua proses ini dilakukan dengan cermat dan terstruktur, agar laporan keuangan yang dihasilkan akurat dan dapat diandalkan untuk pengambilan keputusan bisnis yang tepat. Untuk membantu Anda dalam pengelolaan dan pembuatan laporan keuangan yang lebih rapi, kami hadir sebagai software konsolidasi dan backdate yang dapat mempermudah proses pencatatan dan mempercepat pembuatan laporan. Terutama bagi bisnis yang telah memiliki cabang.   Sudah saatnya Anda beralih ke Bambootree sekarang juga & dapatkan kemudahan dalam pembuatan laporan. Yuk hubungi tim marketing kami sekarang dan dapatkan penawaran menarik.

Pembukuan dan Pencatatan, Emang Ada Bedanya? Read More »

5+ Aplikasi Pembukuan Usaha Yang Wajib Dicoba

5+ Aplikasi Pembukuan Usaha Yang Wajib Dicoba

Dalam dunia bisnis yang semakin komplek, proses pembukuan bukan hanya untuk mencatat arus kas. Hal ini karena pembukuan dapat berperan sebagai pondasi penting yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan aspek lainnya.  Untuk itu, aplikasi pembukuan usaha sangatlah krusial dalam mengintegrasikan sistem digital yang terhubung oleh sistem akuntansi lainnya seperti sistem manajemen stok, sistem penjualan (POS) ataupun sistem payroll. Apa Itu Pembukuan Keuangan!!! Pembukuan keuangan adalah sebuah cara yang digunakan oleh akuntan untuk mencatat, mengklasifikasikan, dan menganalisis setiap transaksi yang terjadi dalam suatu bisnis tertentu. Dengan demikian, nantinya data yang terkumpul akan memudahkan dalam pengecekan ataupun pengambilan keputusan.  Karena sangatlah membantu dalam pengecekan, maka pembukuan keuangan ini sering kali digunakan  untuk melihat gambaran menyeluruh terkait kondisi keuangan perusahaan.   Mengapa Proses Pembukuan Keuangan Sangatlah Penting?   Dengan adanya pembukuan usaha,Anda dapat lebih mudah untuk pencatatan yang lebih akurat. Namun, tak hanya itu saja, pembukuan usaha juga memiliki manfaat tertentu misalnya seperti: 1. Membantu Pencatatan Lebih Akurat Karena pencatatan akan dilakukan setiap adanya transaksi. Maka, dalam catatan pembukuan usaha akan lebih detail serta rapi. Dengan demikian, nantinya seluruh pencatatan akan menjadi lebih akurat. 2. Menghindari Kesalahan dalam Pelaporan Pajak Selanjutnya, dengan adanya catatan pembukuan yang tersusun rapi. Dapat membantu dalam meminimalisirkan risiko kesalahan saat menghitung, atau menyusun laporan pajak. 3. Menganalisis Performa Tiap Cabang Bagi bisnis yang memiliki lebih dari satu cabang, pembukuan memudahkan pemilik usaha dalam membandingkan performa tiap lokasi. Dengan begitu, keputusan yang lebih objektif dapat diambil untuk meningkatkan kinerja. 4. Menyusun Strategi Ke Depan   Informasi dari pembukuan bisa dijadikan acuan dalam merancang strategi bisnis, seperti menentukan anggaran, mengelola investasi, hingga merencanakan ekspansi usaha. Rekomendasi Aplikasi Pembukuan Usaha  Membuat pembukuan usaha pada dasarnya dapat dibuat dengan mudah, namun bagaimana jika proses pelaporan tersebut semakin kompleks?. Anda, dapat memaksimalkannya dengan rekomendasi aplikasi pembukuan usaha seperti: 1. Bambootree  Bambootree adalah software akuntansi yang dikembangkan oleh Rimba House. Aplikasi ini memiliki keunggulan dibandingkan aplikasi akuntansi lainnya, karena dirancang khusus untuk bisnis yang telah memiliki banyak cabang. Dengan demikian, proses pembukuan usaha dapat dilakukan secara terpusat, tanpa perlu lagi menyusun laporan manual berdasarkan masing-masing cabang. Menariknya, pembukuan usaha yang dibuat melalui Bambootree dapat tersinkronisasi langsung dengan software akuntansi populer yaitu Accurate Online. Berkat integrasi ini, memungkinkan memiliki usaha dapat memperoleh data keuangan yang detail dan realtime. Sehingga nantinya, proses pengelolaan keuangan akan menjadi lebih efisien dan akurat. 2. Kledo Selanjutnya, terdapat aplikasi kledo yang dirancang dengan berbasis cloud, sehingga memungkinkan pengguna dapat mengakses data keuangan dari mana dan kapan saja. Tak hanya itu, aplikasi ini juga memiliki kemampuan laporan keuangan secara real time. Dengan demikian, setiap transaksi akan dengan mudah dicatat atau bahkan langsung diperbarui dalam sistem. Karena dirancang untuk dapat diakses kapanpun melalui teknologi cloud, membuat kledo sering digunakan oleh para UMKM. 3. Journal by Mekari  Selanjutnya terdapat aplikasi jurnal by mekari yang dapat digunakan dalam pencatatan pembukuan usaha. Sebab, aplikasi ini memang dirancang untuk membantu pemilik bisnis, khususnya UMKM dan perusahaan berkembang, dapat membuat dan mengelola keuangan tanpa perlu bergantung pada sistem manual. 4. Accurate Online  Rekomendasi selanjutnya yang dapat Anda gunakan adalah Accurate Online. Sesuai dengan namanya, aplikasi ini dirancang berbasis cloud, sehingga dapat diakses kapan pun dan di mana saja tanpa terbatas perangkat tertentu. Selain itu, yang membedakan software ini adalah kelengkapan fiturnya dan proses integrasi termasuk dengan sistem perpajakan. 5. BukuWarung Aplikasi selanjutnya adalah aplikasi yang sangat direkomendasikan oleh usaha mikro. Sebab aplikasi buku warung  memiliki fitur pencatatan usaha mulai dari arus kas & utang piutang handphone maupun aplikasi. 6. Wave Accounting Masih sama dengan aplikasi sebelumnya, wave accounting ini sangatlah cocok untuk freelancer atau usaha kecil. Sebab, aplikasi yang ringan ini memiliki beragam fitur seperti invoice, pelacakan, pengeluaran, atau bahkan laporan keuangan sederhana. Pembukuan usaha bukan lagi tugas administratif semata, sebab pembukuan merupakan pondasi penting yang dapat digunakan untuk mengelola dan mengembangkan bisnis melalui proses pencatatan yang terstruktur. Jika bisnis Anda telah memiliki cabang, Anda dapat langsung mengintegrasikan seluruh laporan keuangan dengan software konsolidasi dan fitur backdate. Dengan cara ini, data keuangan dari tiap cabang bisa digabungkan secara otomatis tanpa harus menyusun laporan manual satu per satu. Oleh sebab itu, Bambootree hadir sebagai solusi untuk Ada yang membuat proses pembukuan antar cabang lebih praktis dan efisien.  Lalu mau sampaikan, proses pembukuan menjadi terus berantakan? Yuk coba Bambootree hari ini dan rasakan pengelolaan pembukuan usaha dalam satu dashboard yang lebih baik. 

5+ Aplikasi Pembukuan Usaha Yang Wajib Dicoba Read More »

Metode Lifo: Pengertian, Manfaat, dan Perhitungannya

Dalam pengelolaan penilaian persediaan, tentunya ada berbagai macam metode yang digunakan. Salah satu metode yang dapat diterapkan adalah metode LIFO (Last In, First Out). Tapi, apa sebenarnya metode LIFO adalah dan bagaimana cara kerjanya? Apa itu Metode Lifo? Metode LIFO adalah salah satu cara untuk pengelolaan stok dengan prinsip barang yang terakhir masuk (last in) yang akan keluar terlebih dahulu (first out). Hal ini dilakukan agar perusahaan dapat mencocokkan biaya barang yang lebih baru dengan pendapatan yang dihasilkan, terutama dalam kondisi harga barang yang cenderung naik. Ini berarti harga barang yang dihitung untuk beban pokok penjualan akan berdasarkan harga barang yang lebih baru, yang seringkali lebih tinggi. Akibatnya, perusahaan akan mencatatkan beban pokok penjualan yang lebih besar, yang dapat mengurangi laba kena pajak. Mengapa Menggunakan Metode LIFO? Meskipun telah banyak ditinggal oleh beberapa perusahaan, memilih metode lifo dapat menjadi solusi. Teurtama pada kondisi ekonomi tertentu. Selain itu, lifo juga memiliki beraga alasan yaitu: 1. Keuntungan Pajak saat Inflasi Ini adalah alasan utama penggunaan LIFO. Saat terjadi inflasi (harga-harga cenderung naik), barang yang dibeli terakhir akan memiliki harga yang lebih mahal. Dengan menjual barang termahal ini terlebih dahulu, HPP (Harga Pokok Penjualan) menjadi lebih tinggi. HPP yang tinggi akan menghasilkan laba kotor yang lebih rendah, sehingga beban pajak penghasilan yang harus dibayar perusahaan menjadi lebih kecil. 2. Prinsip Penandingan (Matching Principle) yang Lebih Baik Metode LIFO menandingkan biaya paling kini (harga beli terakhir) dengan pendapatan paling kini (penjualan saat ini). Hal ini dianggap memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai laba operasional saat ini tanpa dipengaruhi oleh fluktuasi harga dari persediaan lama. Baca Juga: Ketahui Perbedaan FIFO dan LIFO Dalam Pengelolaan Persediaan Cara Menghitung HPP dengan Metode LIFO (Contoh Kasus) Perhitungan metode LIFO sebenarnya cukup logis jika Anda memegang teguh prinsip “keluar dari yang terakhir”. Mari kita lihat contoh kasus sederhana dari PT Maju Jaya selama bulan Juli. Data Persediaan PT Maju Jaya: Pada tanggal 25 Juli, PT Maju Jaya berhasil menjual sebanyak 250 unit barang. Berapa HPP dan nilai persediaan akhirnya? Langkah-langkah Perhitungan HPP: Karena metode LIFO (Last-In, First-Out) digunakan, kita ambil dari pembelian terakhir terlebih dahulu. Penjualan sebanyak 250 unit akan diambil dari pembelian tanggal 20 Juli dan 10 Juli. Ambil seluruh pembelian tanggal 20 Juli: 100 unit @ Rp 12.000 = Rp 1.200.000 Kekurangan 150 unit (dari 250 – 100) diambil dari pembelian tanggal 10 Juli: 150 unit @ Rp 11.000 = Rp 1.650.000 Maka, total Harga Pokok Penjualan (HPP) adalah: HPP=Rp1.200.000+Rp1.650.000=Rp 2.850.000 Perhitungan Persediaan Akhir: Persediaan Awal (1 Juli): 200 unit @ Rp 10.000 (utuh) Pembelian (10 Juli): Sisa 150 unit (dari 300 – 150) @ Rp 11.000 Pembelian (20 Juli): Habis terjual Nilai Persediaan Akhir adalah: (200×Rp10.000)+(150×Rp11.000)=Rp2.000.000+Rp1.650.000=Rp 3.650.000 Otomatiskan Perhitungan Kompleks dengan Software Konsolidasi   Bayangkan jika Anda harus melakukan perhitungan di atas untuk ribuan transaksi di beberapa anak perusahaan sekaligus. Menghitung secara manual tidak hanya memakan waktu, tetapi juga sangat rentan terhadap kesalahan (human error) yang dapat berakibat fatal pada laporan keuangan. Inilah saatnya beralih ke solusi cerdas. Dengan software konsolidasi yang memiliki fitur backdate, Anda dapat mengelola dan menyatukan data keuangan dari periode sebelumnya secara otomatis dan akurat. Tak perlu lagi pusing melacak data historis atau khawatir salah hitung. Jangan biarkan perhitungan manual menghambat pertumbuhan bisnis Anda. Coba software konsolidasi kami sekarang dan rasakan kemudahan mengelola laporan keuangan secara akurat dan efisien, bahkan untuk data historis sekalipun!

Metode Lifo: Pengertian, Manfaat, dan Perhitungannya Read More »

Proforma Invoice

Kenali Proforma Invoice dan Cara Pembuatannya

Dalam menjalankan sebuah bisnis, proses negosiasi tentunya tidak pernah ditinggalkan. Hal ini sangatlah penting untuk memastikan kesepakatan antara kedua belah pihak.    Sehingga pada proses ini adanya bukti pencatatan hasil diskusi sangatlah penting untuk menghindari kesalahpahaman. Salah satu bentuk bukti tersebut adalah  proforma invoice. Berikut adalah pembahasan lebih lanjut mengenai  proforma invoice yang digunakan pada bisnis.   Apa itu Proforma invoice?    Proforma invoice atau yang biasa disebut sebagai faktur proforma adalah salah satu jenis faktur yang digunakan untuk bukti transaksi sementara. Sebab, faktur ini berisikan rincian tentang barang atau jasa yang akan disepakati bersama.  Walaupun, dokumen ini dapat dikatakan sebagai bukti transaksi, namun invoice ini bukanlah tagihan akhir atau final. Sehingga proforma invoice ini seringkali diartikan sebuah faktur sederhana yang digunakan untuk menunjukan itikad baik antara penjual dan pembeli.   Mengapa Proforma Invoice Digunakan?    Meskipun bukan tagihan resmi dari penjual, proforma invoice memiliki beragam fungsi seperti:  1. Memberikan Estimasi Biaya yang Jelas Salah satu fungsi dari proforma invoice adalah dapat memberikan estimasi biaya yang jelas. Sehingga, pembeli akan mendapatkan rincian biaya yang transparan yang dapat digunakan untuk mengajukan atau menyiapkan anggaran. 2. Menyatakan Komitmen Penjual Selanjutnya, dokumen ini juga berfungsi untuk  memberikan komitmen atas penjualan.  Hal ini karena faktur proforma akan menunjukkan bahwa penjual telah menyetujui untuk menyediakan barang atau jasa yang sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat mulai dari harga, spesifikasi, hingga syarat maupun ketentuan. 3. Dokumen Pendukung untuk Izin Impor Selain itu, proforma invoice ini juga dapat berfungsi sebagai dokumen pendukung dalam izin impor. Terutama, ketika ingin membuka  letter of credit (L/C) di bank.   Sebab, nantinya bank akan  menggunakan proforma invoice untuk memverifikasi rincian transaksi dan memastikan bahwa pembelian telah dilakukan sesuai dengan ketentuan antara penjual dan pembeli. 4. Mengamankan Proses Internal  Bagi perusahaan besar, proforma invoice digunakan sebagai dasar untuk proses persetujuan pembelian (purchase approval) di departemen keuangan sebelum Purchase Order (PO) resmi diterbitkan. 5. Menghindari Kesalahan Seperti yang diketahui, bahwa invoice ini bukanlah tagihan final. Sehingga, kedua belah pihak dapat memeriksa dan melakukan revisi, sebelum invoice yang sah diterbitkan.  Baca Juga: Contoh Metode Fifo: Manfaat dan Tantangannya Memang Apa Bedanya Dengan Invoice Biasa?    Meskipun sering dianggap sama seperti invoice, tetapi faktur ini memiliki perbedaan signifikan seperti: 1. Tujuan  Perbedaan utama terletak pada tujuannya, proforma invoice ditujukan untuk memberikan informasi mengenai estimasi biaya dan rincian transaksi. Berbeda dengan invoice yang ditujukan untuk menagih pembayaran setelah transaksi selesai dilakukan.  2. Waktu Diterbitkan  Waktu penerbitannya juga berbeda, sebab proforma invoice akan terbit di awal sebelum transaksi terjadi, sehingga sering digunakan sebagai  perkiraan biaya akan estimasi awal kepada pembeli. Sementara itu, invoice akan diterbitkan ketika barang/jasa telah diserahkan. 3. Sifat Dokumen  Beda invoice biasa dengan proforma invoice selanjutnya adalah dilihat dari sifat dokumennya. Proforma invoice bersifat sementara dan tidak mengikat secara hukum, karena hanya merupakan estimasi atau perkiraan biaya yang disepakati sebelum transaksi terjadi.  Sebaliknya, invoice biasa memiliki sifat yang sah dan mengikat secara hukum sebagai bukti transaksi yang telah selesai, serta menjadi dasar untuk menagih pembayaran sesuai dengan ketentuan yang tercantum di dalamnya. 4. Informasi Yang Dicantumkan  Proforma invoice mencantumkan perkiraan harga, rincian barang atau jasa, dan syarat-syarat transaksi yang belum final. Sementara invoice biasa mencantumkan informasi yang sudah pasti tentang harga akhir, jumlah yang harus dibayar, dan tanggal jatuh tempo pembayaran. 5. Pencatatan Akuntansi  Pencatatan akuntansi pada proforma invoice dan invoice biasa juga berbeda. Proforma invoice tidak dicatat sebagai transaksi yang sah dalam pembukuan perusahaan karena belum ada kewajiban pembayaran yang timbul.  Sementara itu, invoice biasa akan dicatat dalam laporan keuangan sebagai transaksi yang telah terjadi, baik itu dalam pencatatan pendapatan maupun piutang, tergantung pada kondisi pembayaran yang disepakati.   Lalu, Kapan Proforma Invoice Digunakan?  Proforma invoice umumnya digunakan pada tahap awal negosiasi atau sebelum transaksi resmi dilakukan. Selain itu, dokumen ini juga akan berguna untuk memberikan informasi terkait estimasi harga yang digunakan untuk pengajuan pembiayaan. Baca Juga: Apa Itu Sales Invoice? Pengertian dan Penjelasannya Cara Membuat Proforma Invoice   Membuat proforma invoice sebenarnya cukup mudah. Sebab, komponen-komponennya sangatlah mirip dengan invoice biasa. Berikut adalah cara membuat proforma invoice: 1. Menyiapkan Invoice Yang Unik  Untuk membuat proforma faktur, Anda dapat menyiapkan nomor faktur yang unik agar memudahkan dalam pelacakan dan referensi dimasa yang datang. 2. Menyiapkan Identitas Perusahaan  Selanjutnya Anda dapat mencantumkan identitas perusahaan seperti nama, alamat nomor telepon, hingga alamat email. Hal ini agar memudahkan pelanggan untuk menghubungi perusahaan sewaktu-waktu. 3. Memasukan Identitas Pelanggan  Langkah selanjutnya, Anda menyertakan informasi pelanggan secara lengkap  seperti nama perusahaan (atau nama pribadi untuk pembelian individu), alamat, dan kontak yang relevan. Hal ini penting untuk memverifikasi identitas penerima dan memastikan pengiriman yang tepat. 4. Membuat Waktu Jatuh Tempo Setelah semua identitas tertulis, maka Anda dapat menentukan waktu jatuh tempo sesuai dengan pembayaran yang telah disepakati, apakah itu pembayaran di muka, setelah pengiriman, atau dalam jangka waktu tertentu, seperti 30 atau 60 hari setelah penerbitan faktur. 5. Menambahkan Deskripsi Produk Anda dapat menentukan informasi produk atau jasa yang akan dibeli secara detail termasuk jumlah, ukuran, warna, maupun fitur-fiturnya. Dengan demikian, nantinya proforma invoice ini dapat mencegah kebingungan. 6. Menambahkan Syarat dan Ketentuan  Selain itu, Anda juga dapat menyertakan syarat dan ketentuan transaksi seperti kebijakan retur, garansi produk, maupun biaya-biaya lainnya. 7. Mengatur Tanggal Pengiriman Tentukan tanggal pengiriman atau tanggal perkiraan pengiriman barang atau jasa, jika sudah disepakati. Ini memberi gambaran kepada pembeli kapan mereka bisa mengharapkan produk atau layanan diterima. 8. Mengatur Masa Berlaku Tentukan masa berlaku proforma faktur. Hal ini penting agar pembeli tahu sampai kapan harga dan syarat yang tercantum dalam faktur tetap berlaku. Dalam mempermudah pembuatan proforma invoice, banyak bisnis modern yang kini telah beralih dari menggunakan templat manual ke software akuntansi.    Tantangan Lupa Input Data? Atasi dengan Bambootree    Mengelola proforma invoice, invoice komersial, PO, dan dokumen lainnya adalah tantangan. Satu kesalahan kecil seperti lupa menginput data atau terlambat mencatat transaksi dapat merusak laporan keuangan bulanan.    Oleh karena itu, kami hadir sebagai software konsolidasi dan backdate yang dapat membantu Anda dalam mengelola beragam invoice secara terintegrasi dan otomatisasi. Lalu masih ingin membiarkan kesalahan pencatatan menjadi penghambat laju bisnis Anda. Hubungi Bambootree hari ini untuk mendapatkan demo

Kenali Proforma Invoice dan Cara Pembuatannya Read More »

Scroll to Top