Informasi

peran digitalisasi sekarang ini

Pengaruh dan Peran Digitalisasi Di Era Sekarang Ini 

Peran digitalisasi sekarang ini dalam sebuah usaha sangat penting untuk mengelola keuangan secara baik, untuk  kelancaran keperluan usaha yang maju. Di era sekarang ini sudah banyak usaha menggunakan  metode digital untuk sektor keuangan, yang sebelumnya berjalan secara konvensional saja.  Digitalisais sudah ditemukan sejak adanya mesin ATM yang memudahkan transaksi  pembayaran , penerimaan secara cepat tanpa harus ke bank, tidak memungkiri semakin hari  perkembangan digital di sektor keuangan semakin baik dan inovatif.  Perkembangan Dunia Digital Era Sekarang Ini Adanya penemuan internet bangking, sangat memudahkan transaksi keuangan dalam  usaha baik UMKM maupun Industri. Hanya perlu menggunakan Handphone serta internet  sebagai sarana untuk bertransaksi secara online melalui situs web atau aplikasi yang disediakan  oleh pihak bank. Penggunaan internet banking sekarang ini sangatlah hal umum atau biasa di  kehidupan sehari-harinya. Dalam sektor dunia usaha baik dalam bidang industry, maupun retail  akan mempengaruhi jalannya usaha, dalam segi waktu. Seperti kota Semarang memiliki 5  kawasan industry usaha dan berbagai usaha retail seperti café, toko. Dari berbagai bidang usaha  tersebut rata-rata sudah menggunakan internet banking untuk jalannya usaha, contoh nya  sebagai sarana pembayaran pelunasan hutang ke supplier, maupun penerimaan penjualan atas  penjualan secara efien waktu dan tenaga.   Seperti yang telah dijelaskan, era digital sangat cepat perkembangannya, sebagai  bentuk perkembangannya adanya system pembayaran baru  dengan metode scan barcode yang biasanya disebut dengan  QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Sistem pembayaran ini biasanya dipakai pada Café, toko dan pusat perbelanjaan. Untuk penggunaan ini sangat mudah kita hanya perlu melakukan scan  barcode pada aplikasi M- bangking yang kita miliki.  Metode Penjualan Metode penjualan salah satu factor mempengaruhi pekerkembangan usaha di era  sekarang ini. Seperti sekarang ini penjualan via online lebih memudahkan para pengusahaan  untuk menawarkan produk mereka, dimanapun kapan pun. Dengan bantuan internet banking  akan memudahkan pembayaran ke pihak penjual. Contohnya seperti pengusaha pakaian  memasarkan produknya pada e commerce, penjual akan mengirimkan melalui jasa ekspedisi,  dan customer akan melakukan pembayaran via transfer bank, atm maupun internet banking.  Semudah itu kita bertransaksi di era sekarang yang serba digital ini.   Dari semua hal itu pengusaha juga akan melakukan pencatatan untuk mengelola  Perusahaan mereka. Pencatatan dilakukan untuk mengetahui kondisi Perusahaan berkembang  atau tidak nya , serta sebagai bahan pengambilan keputusan selanjutnya. Pencatatan meliputi  laporan pemasukan pengeluaran serta aktiva passiva atau bisa disebut aset dan hutang. Tidak  hanya pada metode pembayaran saja yang serba digital, pencatatan laporan keuangan di zaman  sekarang ini juga serba digital. Salah satu system pencatatan laporan keuangan via online yaitu Accurate Online. Accurate online sendiri merupakan system pencatatan keuangan yang  dioperasikan secara online website dengan koneksi internet, dapat dilakukan dimana saja  kapanpun secara update. Baca Juga : Arti Konsinyasi: Pengertian, Manfaat, Syarat, & Kekurangannya Digitalisasi Akuntansi Accurate online mendukung juga untuk perkembangan perekonomian dari sektor perusahaan Industri hingga ke UMKM. Accurate Online memiliki beragam fitur  mulai dari pencatatan persediaan, pembayaran beban operasional, penerimaan atas penjualan  dan pembayaran pembelian hingga Aset tetap usaha. Dalam bidang usaha produksi adanya  tahapan pengolahan bahan baku hingga barang jadi siap dijual, pada system accurate online  dapat mendukung kebutuhan tersebut sedemikan rinci hingga menjadi sebuah laporan  keuangan yang baik dan dapat digunakan untuk menjadi manajemen bagi Perusahaan.  Dari sini kita dapat melihat banyak sekali bukti bahwa perkembangan digitalisasi  sekarang ini digunakan dalam kehidupan sehari- harinya. Mulai dari transaksi pembayaran  yang efisien hingga pada pencatatan laporan keuangan yang begitu mudah, tak heran jika  sekarang banyak anak muda yang memiliki usaha UMKM, yang membantu pemerintahan  daerah untuk membangun ekonomi bangsa ini. 

Pengaruh dan Peran Digitalisasi Di Era Sekarang Ini  Read More »

Arti Konsinyasi

Arti Konsinyasi: Pengertian, Manfaat, Syarat, & Kekurangannya

Bambootree – Arti konsinyasi merupakan salah satu sistem kerja sama dalam bisnis yang banyak dilakukan oleh pelaku usaha, terutama di sektor UMKM dan usaha rumahan. Dalam sistem ini, barang yang diproduksi oleh satu pihak (consignor) dititipkan kepada pihak lain (consignee) untuk dijual. Sistem konsinyasi menawarkan berbagai keuntungan, baik bagi pihak penitip maupun penyalur barang. Namun, seperti halnya sistem bisnis lainnya, konsinyasi juga memiliki syarat dan kekurangannya sendiri. Apa Itu Konsinyasi? Arti konsinyasi adalah suatu bentuk kerja sama bisnis di mana pihak pertama (consignor) menyerahkan barang kepada pihak kedua (consignee) untuk dijual. Penjualan ini dilakukan tanpa perlu adanya pembelian barang oleh consignee terlebih dahulu. Sebagai gantinya, consignee akan mendapatkan komisi atau bagi hasil dari barang yang berhasil dijual. Konsinyasi adalah praktik yang cukup umum di berbagai tempat, seperti di warung-warung kecil yang menjual produk dari berbagai produsen tanpa harus membelinya terlebih dahulu. Penghasilan dari konsinyasi dapat dibagi berdasarkan persentase keuntungan atau sesuai ketentuan yang telah disepakati antara kedua belah pihak. Skema Konsinyasi Untuk memahami bagaimana konsinyasi bekerja, berikut adalah langkah-langkah utama dalam skema konsinyasi: 1. Penentuan Tempat Consignor harus melakukan riset untuk menemukan tempat-tempat strategis yang berpotensi memberikan keuntungan dari pelaksanaan konsinyasi. Pertimbangan seperti lokasi yang ramai dan sesuai dengan target konsumen sangat penting dalam tahap ini. 2. Pengajuan Konsinyasi Setelah menentukan lokasi, consignor harus menghubungi consignee untuk mengajukan kerja sama konsinyasi. Pada tahap ini, consignor juga perlu menyusun kesepakatan yang jelas dan mengikat bagi kedua belah pihak. 3. Persetujuan Kesepakatan Setelah kesepakatan konsinyasi disetujui, consignor dapat mengirimkan barang kepada consignee untuk dijual. Semua ketentuan, termasuk pembagian keuntungan, harus dicatat dengan jelas dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani oleh kedua belah pihak. Syarat Konsinyasi Seperti halnya kerja sama bisnis lainnya, konsinyasi memerlukan beberapa syarat yang harus dipenuhi agar kerja sama berjalan lancar. Beberapa syarat umum dalam konsinyasi meliputi: Perjanjian yang ditandatangani di atas materai oleh kedua belah pihak. Negosiasi pembagian keuntungan dilakukan sebelum penjualan dimulai. Persentase pembagian keuntungan dan hak serta kewajiban masing-masing pihak dicantumkan dalam MoU. Sanksi untuk pelanggaran juga harus jelas ditetapkan dalam MoU. Manfaat Sistem Konsinyasi Sistem konsinyasi menawarkan berbagai manfaat, baik bagi consignor maupun consignee: Manfaat bagi Consignor Hemat Biaya Tempat: Tidak perlu menyewa tempat untuk menjual barang. Memperluas Jangkauan Pasar: Barang dapat dijual di lebih banyak tempat tanpa membuka cabang sendiri. Hemat Biaya Promosi: Pihak consignee turut membantu dalam mempromosikan produk. Peluang Branding: Produk dapat dikenal oleh lebih banyak konsumen di berbagai daerah. Peluang Kerjasama Jangka Panjang: Membangun hubungan bisnis yang kuat dengan berbagai penyalur. Manfaat bagi Consignee Tambahan Pendapatan: Mendapatkan penghasilan dari penjualan tanpa perlu memproduksi barang. Variasi Produk: Menawarkan berbagai jenis produk di toko tanpa modal besar. Risiko Minimal: Barang yang tidak laku dapat dikembalikan kepada consignor, sehingga mengurangi risiko kerugian. Kekurangan Konsinyasi Selain manfaat, konsinyasi juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan oleh kedua belah pihak: Kekurangan bagi Consignor Pembayaran Tertunda: Consignor tidak menerima pembayaran sampai barang terjual. Risiko Barang Tidak Laku: Jika barang tidak laku atau kadaluarsa, consignor harus menanggung kerugian. Batasan Jenis Barang: Tidak semua jenis barang cocok untuk dijual dengan sistem konsinyasi. Kekurangan bagi Consignee Kerumitan Pengelolaan Barang: Menyusun dan menata barang secara efektif memerlukan waktu dan upaya. Risiko Kerusakan: Barang yang rusak selama berada di toko sering kali menjadi tanggung jawab consignee. Konflik dengan Consignor Lain: Persaingan antar consignor dapat menyebabkan ketegangan, terutama jika barang yang dititipkan serupa. Kesimpulan Arti konsinyasi adalah sistem kerja sama bisnis yang memberikan banyak manfaat baik bagi consignor maupun consignee, namun juga memiliki beberapa risiko yang perlu dipertimbangkan. Jika Anda tertarik dengan sistem ini, penting untuk melakukan riset mendalam dan memilih mitra kerja yang dapat dipercaya. Selain itu, pastikan untuk memiliki modal yang cukup untuk mendukung operasional bisnis Anda.

Arti Konsinyasi: Pengertian, Manfaat, Syarat, & Kekurangannya Read More »

Contoh Arus Kas Perusahaan Jasa dan Cara Membuatnya

Contoh Arus Kas Perusahaan Jasa dan Cara Membuatnya

Bambootree – Kondisi keuangan menjadi komponen penting yang menentukan kinerja perusahaan. Oleh karena itu, setiap perusahaan harus memiliki laporan keuangan. Salah satu laporan keuangan yang wajib dimiliki adalah laporan arus kas perusahaan. Namun, banyak yang masih belum memahami tentang laporan arus kas ini, mulai dari alasan mengapa perusahaan harus membuatnya, komponen yang harus ada, tahapan pembuatan, hingga contoh arus kas perusahaan jasa. Agar pencatatan keuangan Anda semakin rapi, simak cara membuat laporan arus kas perusahaan jasa dalam artikel ini. Mengapa Perusahaan Jasa Harus Membuat Laporan Arus Kas? Sekilas, laporan arus kas perusahaan jasa terlihat sepele. Namun, ada banyak manfaat mengapa perusahaan membutuhkannya, terutama bagi perusahaan jasa berskala besar. Secara garis besar, tujuan penyusunan laporan arus kas bagi perusahaan jasa adalah sebagai berikut: Melihat Penerapan Laporan Arus Kas pada Periode Sebelumnya Laporan arus kas memungkinkan perusahaan untuk melihat performa arus kas di periode mendatang. Ini membantu perusahaan memprediksi kinerja arus kas selanjutnya, meminimalkan dan mengantisipasi kerugian di masa mendatang. Kemampuan Pembayaran Dividen Laporan arus kas membantu perusahaan melihat sejauh mana kemampuan membayar dividen. Informasi ini penting untuk mengetahui kapan kewajiban harus dibayarkan, baik besaran maupun tenggat waktunya, termasuk pembayaran gaji karyawan. Investor juga menggunakan informasi ini untuk pertimbangan investasi. Memantau Setiap Transaksi Laporan arus kas digunakan untuk memantau setiap transaksi yang dilakukan, seperti transaksi disbursement, yaitu pendistribusian biaya atau dana kepada kontraktor, vendor, dan lainnya, termasuk refund. 5 Komponen yang Harus Ada dalam Laporan Arus Kas Penyusunan laporan arus kas perusahaan jasa harus dilakukan dengan teliti. Berikut adalah lima informasi penting yang harus tercantum dalam laporan arus kas: Nama perusahaan serta identitas lainnya yang menggambarkan unit usaha. Cakupan laporan arus kas, baik untuk satu entitas atau beberapa entitas. Periode laporan kas yang dibuat secara berkala. Mata uang yang digunakan dalam pembuatan laporan arus kas. Angka atau nominal yang tercantum dalam laporan. Selain itu, laporan arus kas perusahaan jasa juga harus mencantumkan data dari beberapa laporan keuangan lainnya seperti: Laporan Neraca atau Balance Sheet Laporan Perubahan Modal Laporan Hutang Laporan Arus Kas (Cash Flow) Laporan Laba dan Rugi Cara Menyusun Laporan Arus Kas Perusahaan Jasa Penyusunan laporan arus kas perusahaan jasa dapat dilakukan dengan dua metode, yaitu metode langsung dan metode tidak langsung: Metode Langsung Metode langsung mencantumkan informasi mengenai pengeluaran dan penerimaan kas operasional di periode tertentu. Keunggulannya adalah mencantumkan informasi langsung dari penggunaan kas dan menggunakan penggolongan pada beberapa kategori utama yang berkaitan dengan operasional perusahaan. Metode ini lebih mudah dipahami. Metode Tidak Langsung Metode tidak langsung dilakukan dengan menghitung laba-rugi yang sudah disesuaikan. Koreksi dilakukan terhadap transaksi yang tidak termasuk kas. Kelebihannya adalah lebih fokus pada unsur pembeda untuk laba bersih dan unsur arus kas bersih di periode tertentu. Penyajian laporan arus kas dengan metode ini cenderung lebih murah. Contoh Laporan Arus Kas Perusahaan Jasa Berikut adalah contoh laporan arus kas perusahaan jasa untuk memudahkan pemahaman Anda: Laporan Arus Kas Perusahaan Jasa ABC Periode: Januari – Desember 2023 Arus Kas dari Aktivitas Operasional Penerimaan kas dari pelanggan: Rp 500.000.000 Pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan: (Rp 300.000.000) Pembayaran bunga: (Rp 50.000.000) Pembayaran pajak penghasilan: (Rp 30.000.000) Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasional: Rp 120.000.000 Arus Kas dari Aktivitas Investasi Pembelian aset tetap: (Rp 100.000.000) Penjualan aset tetap: Rp 20.000.000 Arus Kas Bersih dari Aktivitas Investasi: (Rp 80.000.000) Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan Penerimaan dari penerbitan saham: Rp 200.000.000 Pembayaran dividen: (Rp 70.000.000) Arus Kas Bersih dari Aktivitas Pendanaan: Rp 130.000.000 Kenaikan Bersih Kas Kenaikan bersih kas: Rp 170.000.000 Kas pada awal periode: Rp 50.000.000 Kas pada Akhir Periode: Rp 220.000.000 Itu dia ulasan mengenai laporan arus kas perusahaan jasa yang bisa Anda terapkan. Semoga ulasan ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat dalam menyusun laporan keuangan secara berkala.

Contoh Arus Kas Perusahaan Jasa dan Cara Membuatnya Read More »

Arti Stock Opname Pengertian, Fungsi, Cara Menghitung

Arti Stock Opname: Pengertian, Fungsi, Cara Menghitung

Bambootree – Pengelolaan stok barang dalam gudang perlu dilakukan dengan baik agar proses bisnis menjadi optimal. Salah satu langkah yang dapat dilakukan perusahaan adalah memastikan stok barang yang dimiliki memiliki jumlah yang sama antara stok fisik dan catatan serta dalam kondisi baik dengan kualitas yang sama. Proses pengelolaan stok barang ini umumnya dikenal dengan istilah arti stock opname. Melakukan stock opname secara rutin memiliki dampak besar terhadap proses bisnis perusahaan. Untuk itu, seluruh staf dalam perusahaan perlu mengerti stock opname secara menyeluruh, mulai dari pengertian, fungsi, tujuan, cara melakukan stock opname dengan baik, hingga mengoptimalkan stock opname. Pengertian Stock Opname Arti stock opname adalah aktivitas untuk menghitung stok barang yang tersedia dalam gudang. Umumnya, kegiatan ini dilakukan saat ada inbound ataupun proses outbound stok barang. Stock opname harus dilakukan dengan teliti dan cermat agar hasil yang diperoleh akurat dan berguna bagi peningkatan bisnis perusahaan. Proses stock opname yang dilakukan secara manual tentu akan memakan banyak tenaga, biaya, dan waktu. Selain itu, proses manual rentan terjadi kesalahan pencatatan dan selisih jumlah stok yang merugikan perusahaan. Agar lebih akurat dan cepat, perusahaan dapat menerapkan aplikasi gudang yang menggunakan teknologi IoT seperti RFID/Barcode pada tiap-tiap produk, sehingga setiap stok barang dapat dikontrol dengan baik. Fungsi Stock Opname Barang dalam Gudang Melacak Stok Fisik: Membantu melacak secara akurat stok fisik yang tersedia, apa yang sudah terjual, dan apa yang belum. Mengecek Perbedaan Jumlah: Mengecek apakah ada perbedaan jumlah antara catatan stok dengan stok yang ada di gudang. Mempertimbangkan Stok yang Dibutuhkan: Membantu mempertimbangkan produk apa saja yang perlu di-stock berdasarkan existing stok. Mengawasi Pencurian dan Penyusutan: Mengawasi apakah ada pencurian dan penyusutan barang. Mengidentifikasi Kerusakan: Mengidentifikasi kerusakan di gudang yang dapat merusak stok barang. Tujuan Perusahaan Melakukan Stock Opname Memastikan Akurasi Data: Memastikan data pencatatan stok barang pada gudang akurat. Menghindari Permasalahan Stok: Menghindari permasalahan dalam mengelola stok barang. Mengetahui Pengeluaran dan Penjualan: Mempermudah perusahaan mengetahui jumlah pengeluaran dan penjualan berdasarkan data stock opname. Kendala Umum dalam Proses Stock Opname di Gudang Hasil Tidak Akurat: Ketidakcocokan antara jumlah stok fisik dan hasil stock opname. Tata Letak Stok Tidak Optimal: Menyebabkan waktu pencatatan lebih panjang dan arus stok barang terhambat. Kontrol Kualitas Kurang Baik: Proses stock opname yang panjang menghambat kontrol kualitas. Permintaan Stok Fluktuatif: Permintaan yang berubah-ubah dapat menyebabkan stok mati jika stock opname tidak akurat. Cara Melakukan Stock Opname dengan Baik Menyusun Jadwal Stock Opname Secara Teratur: Jadwal rutin mingguan atau bulanan untuk mendapatkan data stok barang terbaru dan akurat. Sistem Penyimpanan Data Terorganisir: Memiliki rekap data yang terorganisir dan lengkap untuk mempermudah penyesuaian dan optimalisasi. Menerapkan Tata Letak Stok Barang: Layouting gudang untuk meningkatkan efisiensi proses stock opname. Manajemen SDM yang Optimal: Memiliki staf yang fokus pada pekerjaan tertentu dan menerapkan SOP yang jelas. Sistem Labeling pada Stok Barang: Menggunakan RFID/Barcode untuk mempermudah pencarian dan pencatatan stok. Melakukan Pengecekan Kembali Data Stock Opname: Membandingkan data stock opname dengan data pengecekan kembali untuk memastikan akurasi. Optimalisasi Proses Stock Opname Jadwal Rutin Stock Opname: Memantau perkembangan stok barang dengan melakukan stock opname berkala. Meningkatkan Kapabilitas Staf Gudang: Memberikan pelatihan yang sesuai agar staf dapat mengaplikasikan teknologi dalam pekerjaan mereka. Dengan memahami arti, fungsi, cara menghitung, dan cara mengoptimalkan stock opname, perusahaan dapat memastikan pengelolaan stok barang yang efisien dan efektif, sehingga dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi serta kepuasan konsumen.

Arti Stock Opname: Pengertian, Fungsi, Cara Menghitung Read More »

Apa yang Dimaksud dengan GMP

Apa yang Dimaksud dengan GMP? Pengertian, Jenis dan Tujuan

Bambootree – Penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) sangat penting bagi industri makanan dan minuman untuk menjamin kualitas produk. Oleh karena itu, setiap perusahaan harus memahami GMP secara menyeluruh. Berikut ini adalah penjelasan apa yang dimaksud dengan GMP, tujuan penerapannya, dan indikator-indikatornya. Apa itu Good Manufacturing Practices? Good Manufacturing Practices (GMP) adalah standar manajemen yang disesuaikan dengan prosedur nasional untuk memastikan produk makanan atau minuman berkualitas. Setiap perusahaan yang memproduksi bahan konsumsi wajib menerapkan GMP. Jenis Good Manufacturing Practices Di Indonesia, terdapat beberapa jenis GMP, antara lain: CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik): Standar GMP untuk produksi obat-obatan. CPMB (Cara Pembuatan Makanan yang Baik): Standar GMP untuk produksi makanan. CPKN (Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik): Standar GMP untuk produksi kosmetik. CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik): Standar GMP untuk produksi obat-obatan tradisional dan herbal. Secara keseluruhan, GMP mencakup berbagai syarat pengelolaan yang harus dipenuhi dari proses bahan mentah hingga produk siap konsumsi. Tujuan Penerapan GMP Penerapan GMP bertujuan untuk memberikan keuntungan tidak hanya bagi konsumen, tetapi juga bagi produsen dan pemerintah. Berikut adalah manfaat penerapan GMP: Menjaga Keselamatan Konsumen Produk yang diproduksi sesuai standar GMP menjamin kualitas dan keamanan bagi konsumen. Pengetahuan Produk bagi Konsumen Konsumen berhak mengetahui rincian produk, seperti komposisi, tanggal kedaluwarsa, dan efek samping. Melindungi Pasar Penerapan GMP membantu perusahaan membangun citra positif dan meningkatkan kredibilitas merek. Meningkatkan Kepercayaan Konsumen Produk berkualitas tinggi dan konsisten meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap perusahaan. Mencapai Tujuan Perusahaan Kepercayaan konsumen membantu perusahaan mencapai tujuan bisnisnya secara efektif dan efisien. Menekan Biaya Operasional GMP yang diterapkan dengan baik dapat membantu perusahaan menekan biaya operasional. Pemerintah juga mendapat keuntungan dari penerapan GMP, seperti melindungi konsumen dari produk berkualitas rendah, menjamin produk yang layak konsumsi, dan menyediakan informasi produk kepada masyarakat. Indikator Good Manufacturing Practices yang Baik Berikut adalah beberapa indikator penerapan GMP yang perlu diperhatikan oleh para pelaku industri: Komitmen yang Sama dari Seluruh Pihak Semua pihak dalam perusahaan, dari staf hingga manajer, harus memiliki komitmen yang selaras untuk mencapai proses produksi yang berkualitas. Tim yang Saling Mendukung Setiap pihak dalam perusahaan harus memahami dan mendukung tanggung jawab masing-masing untuk mencapai tujuan perusahaan. Standar Mutu dan Kualitas GMP menetapkan standar mutu dan kualitas yang harus dicapai dalam proses produksi, termasuk fasilitas dan lingkungan produksi yang mendukung. Kepatuhan terhadap Standar GMP Penerapan GMP memerlukan konsistensi jangka panjang. Semua pihak dalam perusahaan harus mematuhi standar GMP untuk mencapai target perusahaan. Audit eksternal profesional biasanya dilakukan untuk mengevaluasi kepatuhan terhadap GMP. Dengan memahami apa itu yang dimaksud dengan GMP secara menyeluruh, perusahaan di industri makanan dan minuman dapat menjamin kualitas produk mereka, meningkatkan kepercayaan konsumen, dan mencapai tujuan bisnis mereka secara efektif.

Apa yang Dimaksud dengan GMP? Pengertian, Jenis dan Tujuan Read More »

dividen adalah

Dividen Adalah : Pengertian dan Penjelasan Lengkapnya

Pengertian Dividen Dividen adalah bagian dari keuntungan atau pendapatan perusahaan yang jumlahnya ditentukan oleh direksi dan disetujui dalam rapat pemegang saham untuk kemudian dibagikan kepada semua pemegang saham. Pembagian dividen merupakan tujuan utama bisnis dan memerlukan persetujuan pemegang saham melalui hak suara. Pembagian dividen adalah sangat dinantikan oleh pemegang saham sebagai bentuk imbalan atas investasi mereka dalam perusahaan, umumnya berasal dari laba bersih. Sebagian besar laba akan disimpan dalam perusahaan sebagai laba ditahan untuk keperluan bisnis saat ini dan masa depan, sedangkan sisa laba dapat dibagikan sebagai dividen. Jenis-Jenis Dividen Ada lima jenis dividen yang umum dikenal, yaitu: Dividen Saham: Pembagian dividen dalam bentuk saham, yang meningkatkan jumlah saham yang dimiliki pemegang saham tanpa mengubah kapitalisasi pasar. Dividen Likuidasi: Pengembalian modal kepada pemegang saham saat perusahaan bangkrut, untuk menghindari utang di masa depan. Dividen Tunai: Pembagian dividen dalam bentuk tunai, yang biasanya dilakukan 2-4 kali setahun, diambil dari laba yang ditahan perusahaan. Dividen Properti: Pembagian dividen dalam bentuk aset selain kas, seperti properti. Dilakukan jika perusahaan kekurangan kas untuk membayar dividen tunai, meskipun jarang digunakan. Dividen Janji Utang (Skrip): Pembayaran dividen berupa janji utang perusahaan kepada pemegang saham, dengan mencatat utang baru dalam neraca dan kewajiban membayar bunga. Tujuan Pembayaran Dividen Pembayaran dividen bertujuan memberikan imbalan kepada pemegang saham atas kepercayaan mereka terhadap perusahaan. Perusahaan yang membayar dividen dianggap positif dan meningkatkan kepercayaan investor. Mekanisme Pembagian Dividen Ada dua mekanisme pembagian dividen: Dividen Interim: Dibagikan sebelum penutupan pembukuan keuangan perusahaan. Dividen Final: Dibagikan setelah pembukuan keuangan selesai. Kedua mekanisme ini bisa digunakan dalam satu tahun, sehingga investor menerima dua kali dividen. Namun, ada juga perusahaan yang hanya menggunakan dividen final. Prosedur Pembayaran Dividen Prosedur pembayaran dividen meliputi: Tanggal Pencatatan: Mencatat nama investor dan data pemegang saham yang berhak mendapatkan dividen. Tanggal Cum-Dividend: Tanggal terakhir perdagangan saham bagi investor yang ingin mendapatkan dividen. Tanggal Pengumuman: Perusahaan mengumumkan bentuk, jumlah, dan waktu pembayaran dividen. Tanggal Pembayaran: Perusahaan membayarkan dividen kepada pemegang saham. Tanggal Ex-Dividend: Tanggal perdagangan saham tanpa hak dividen lagi. Pajak Dividen Dividen dikenakan pajak sesuai dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 yang telah diubah menjadi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP). Dividen merupakan objek pajak PPh, dikenakan potongan PPh Pasal 23 sebesar 15% untuk wajib pajak dalam negeri dan Bentuk Usaha Tetap (BUT), serta PPh Pasal 4 ayat 2 (PPh Final) sebesar 10% dari jumlah bruto. PPh Pasal 26 dikenakan sebesar 20% dari jumlah bruto untuk penerima penghasilan dividen yang tinggal di luar negeri dan perusahaan luar negeri yang beroperasi di Indonesia. Proses pembayaran pajak dividen kini lebih mudah dengan aplikasi seperti OnlinePajak, yang menyediakan fasilitas pembayaran pajak dan transaksi lainnya dengan satu klik dalam satu aplikasi terpadu.

Dividen Adalah : Pengertian dan Penjelasan Lengkapnya Read More »

Scroll to Top