Ketika perusahaan mulai memiliki anak usaha, entitas afiliasi, atau struktur grup, laporan keuangan tidak lagi cukup dilihat secara terpisah. Setiap entitas mungkin memiliki laporan sendiri, tetapi manajemen tetap perlu melihat kondisi keuangan grup secara menyeluruh.
Di sinilah PSAK 65 menjadi penting. Standar ini membantu perusahaan memahami kapan laporan keuangan perlu dikonsolidasikan dan bagaimana konsep pengendalian menjadi dasar dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasi.
Apa Itu PSAK 65?
PSAK 65 adalah standar akuntansi yang mengatur tentang laporan keuangan konsolidasi. Ikatan Akuntan Indonesia menjelaskan bahwa PSAK 65 tentang Laporan Keuangan Konsolidasi telah disahkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan pada 19 Desember 2013. Contoh dalam PSAK 65 juga diadopsi dari IFRS 10 Consolidated Financial Statements, dengan tetap memperhatikan kesesuaian praktik di Indonesia.
Secara sederhana, PSAK 65 digunakan untuk menentukan apakah suatu entitas induk perlu menyusun laporan keuangan konsolidasi atas entitas lain yang dikendalikannya.
Artinya, standar ini penting bagi perusahaan yang memiliki struktur grup, anak perusahaan, atau beberapa entitas usaha yang saling berkaitan.
Apa Itu Laporan Keuangan Konsolidasi?
Laporan keuangan konsolidasi adalah laporan keuangan yang menyajikan kondisi keuangan entitas induk dan entitas anak sebagai satu kesatuan ekonomi.
Dengan laporan konsolidasi, perusahaan dapat melihat posisi aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan, beban, dan arus kas grup secara lebih menyeluruh. Jadi, laporan ini tidak hanya melihat kinerja masing-masing entitas secara terpisah, tetapi juga menggambarkan kondisi grup secara keseluruhan.
Namun, konsolidasi bukan sekadar menjumlahkan laporan keuangan semua entitas. Dalam prosesnya, perusahaan perlu memperhatikan transaksi antar entitas, eliminasi saldo, penyamaan kebijakan akuntansi, dan periode pelaporan.
Mengapa Perusahaan Multi-Entitas Perlu Memahami PSAK 65?
Perusahaan multi-entitas perlu memahami PSAK 65 karena standar ini membantu menentukan apakah hubungan antar entitas perlu dikonsolidasikan atau tidak.
Dalam praktiknya, banyak perusahaan mengira konsolidasi hanya bergantung pada persentase kepemilikan saham. Padahal, PSAK 65 menekankan konsep pengendalian sebagai dasar utama.
IFRS 10 menjelaskan bahwa investor mengendalikan investee ketika investor memiliki kekuasaan atas investee, memiliki eksposur atau hak atas imbal hasil variabel, dan memiliki kemampuan menggunakan kekuasaannya untuk memengaruhi imbal hasil tersebut.
Dengan kata lain, perusahaan perlu melihat apakah entitas induk benar-benar memiliki kendali atas entitas lain, bukan hanya melihat berapa besar saham yang dimiliki.
Evaluasi Kebutuhan Konsolidasi Keuangan Anda
Pilih semua kondisi yang sesuai dengan keadaan perusahaan Anda saat ini.
Jika sebagian besar poin di atas sesuai, perusahaan Anda perlu mulai memahami PSAK 65 dan menyiapkan proses konsolidasi laporan keuangan yang lebih rapi.
Tiga Unsur Pengendalian dalam PSAK 65
Salah satu bagian penting dalam PSAK 65 adalah konsep pengendalian. Pengendalian menjadi dasar untuk menentukan apakah suatu entitas perlu dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan grup.
Secara umum, pengendalian dapat dilihat dari tiga unsur berikut.
1. Power atas investee
Perusahaan memiliki kekuasaan untuk mengarahkan aktivitas relevan dari entitas lain. Aktivitas relevan ini biasanya berkaitan dengan keputusan operasional atau keuangan yang dapat memengaruhi hasil usaha entitas tersebut.
2. Eksposur atau hak atas imbal hasil variabel
Perusahaan memiliki hak atau eksposur terhadap hasil dari entitas lain. Imbal hasil ini bisa berupa dividen, keuntungan, fee manajemen, manfaat sinergi, atau risiko kerugian.
3. Kemampuan menggunakan power untuk memengaruhi imbal hasil
Perusahaan tidak hanya memiliki kekuasaan, tetapi juga mampu menggunakan kekuasaan tersebut untuk memengaruhi hasil yang diterima dari entitas lain.
Jika ketiga unsur ini terpenuhi, maka perusahaan perlu menilai apakah entitas tersebut harus masuk ke dalam laporan keuangan konsolidasi.
Tantangan Perusahaan Multi-Entitas dalam Menerapkan PSAK 65
Memahami PSAK 65 adalah langkah awal. Namun, tantangan berikutnya adalah mengelola data keuangan dari banyak entitas agar laporan konsolidasi dapat disusun dengan tepat.
Beberapa tantangan yang sering muncul antara lain:
1. Data laporan berasal dari banyak entitas
Setiap entitas bisa memiliki laporan keuangan sendiri. Jika data tersebut tidak dikumpulkan dengan rapi, proses konsolidasi bisa memakan waktu lebih lama.
2. Chart of accounts berbeda
Entitas yang berbeda bisa menggunakan struktur akun yang berbeda. Hal ini membuat finance team perlu melakukan penyesuaian sebelum data dapat digabungkan.
3. Periode laporan tidak seragam
Jika ada entitas yang terlambat closing atau menggunakan periode pelaporan yang berbeda, proses konsolidasi bisa terganggu.
4. Transaksi antar entitas perlu dieliminasi
Dalam laporan konsolidasi, transaksi antar entitas dalam satu grup perlu dieliminasi agar laporan tidak mencatat transaksi internal sebagai transaksi eksternal.
5. Ada transaksi dalam mata uang asing
Jika salah satu entitas memiliki transaksi valuta asing, perusahaan perlu memperhatikan kurs, selisih kurs, dan periode pencatatan.
6. Konsolidasi manual rentan error
Jika proses masih dilakukan dengan Excel, risiko seperti salah input, formula rusak, file berbeda versi, dan perubahan data tanpa jejak bisa semakin besar.
Perbedaan Multi-Cabang dan Multi-Entitas
Dalam membahas PSAK 65, penting untuk membedakan perusahaan multi-cabang dan multi-entitas.
Perusahaan multi-cabang biasanya masih berada dalam satu badan hukum yang sama. Dalam kondisi ini, perusahaan perlu menggabungkan data operasional dari setiap cabang untuk kebutuhan internal dan laporan keuangan perusahaan.
Sementara itu, perusahaan multi-entitas memiliki beberapa badan hukum atau entitas usaha yang berbeda. Jika satu entitas mengendalikan entitas lain, maka PSAK 65 menjadi relevan karena perusahaan perlu menilai apakah laporan keuangan harus dikonsolidasikan.
Dengan kata lain, multi-cabang belum tentu masuk dalam ruang lingkup PSAK 65. Namun, jika perusahaan memiliki struktur grup, anak perusahaan, atau entitas yang dikendalikan, maka PSAK 65 perlu diperhatikan.
Peran Software Konsolidasi dalam Mendukung Penerapan PSAK 65
Memahami PSAK 65 membutuhkan pertimbangan akuntansi yang tepat. Namun, setelah perusahaan mengetahui entitas mana yang perlu dikonsolidasikan, tantangan berikutnya adalah mengelola data laporan dari banyak entitas.
Di sinilah software konsolidasi dapat membantu. Software konsolidasi bukan pengganti pertimbangan profesional dalam menentukan pengendalian berdasarkan PSAK 65, tetapi dapat membantu perusahaan mengelola data yang dibutuhkan dalam proses penyusunan laporan konsolidasi.
Beberapa manfaat software konsolidasi antara lain:
1. Mengumpulkan data dari banyak entitas
Data laporan dari berbagai entitas dapat dikumpulkan dalam satu sistem, sehingga finance team tidak perlu menggabungkan banyak file manual.
2. Menyamakan format laporan
Software konsolidasi dapat membantu perusahaan menggunakan format laporan yang lebih seragam, sehingga proses penggabungan data menjadi lebih mudah.
3. Mendukung eliminasi transaksi antar entitas
Transaksi antar perusahaan dalam satu grup perlu dieliminasi dalam laporan konsolidasi. Dengan sistem yang lebih terstruktur, proses pengecekan transaksi antar entitas bisa dilakukan lebih rapi.
4. Menjaga konsistensi periode pelaporan
Software konsolidasi dapat membantu memantau data dari setiap entitas agar masuk sesuai periode pelaporan yang ditentukan.
5. Mengurangi risiko salah input manual
Dengan proses yang lebih terpusat, risiko salah input, file berbeda versi, dan formula yang berubah dapat dikurangi.
6. Menyediakan audit trail
Setiap perubahan data dapat dilacak, mulai dari siapa yang mengubah data, kapan perubahan dilakukan, dan bagian mana yang diubah. Hal ini penting untuk menjaga transparansi proses konsolidasi.
Kesimpulan
PSAK 65 penting dipahami oleh perusahaan multi-entitas karena standar ini menjadi dasar dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasi. Fokus utamanya bukan hanya pada kepemilikan saham, tetapi pada apakah perusahaan memiliki pengendalian atas entitas lain.
Bagi perusahaan yang memiliki anak usaha, struktur grup, atau transaksi antar entitas, memahami PSAK 65 dapat membantu menentukan kapan laporan keuangan perlu dikonsolidasikan. Namun, tantangan terbesar biasanya muncul pada proses pengelolaan data dari banyak entitas.
Karena itu, perusahaan membutuhkan proses konsolidasi yang rapi, terpusat, dan mudah ditelusuri. Dengan bantuan BambooTree yang hadir sebagai software konsolidasi, data dari banyak entitas dapat dikumpulkan, diseragamkan, dan dikelola dengan lebih terkontrol untuk mendukung penyusunan laporan keuangan konsolidasi.
Â





