Tips Untuk Meningkatkan Keamanan Data dalam Akuntansi

tips keamanan data akuntansi

Tips kemanan data akuntansi. Ancaman keamanan adalah bahaya nyata bagi semua bisnis yang menjalankan setidaknya sebagian operasinya secara online. Namun, praktik akuntansi sangat rentan karena mereka mengelola data keuangan dan data klien mereka.

Laporan menunjukkan bahwa satu dari tiga kantor akuntan mengalami serangan dunia maya , yang menjadikan sektor ini sebagai sektor kelima yang paling menjadi sasaran dalam hal ancaman peretasan. Lebih buruk lagi, pelanggaran keamanan sering kali meluas hingga ke operasional offline perusahaan juga.

Pertanyaan besarnya adalah: bagaimana cara menghadapinya? 

Dalam postingan ini, kami akan menjelaskan apa yang membuat keamanan data dalam akuntansi begitu penting dan menunjukkan kepada Anda tips praktis tentang cara melindungi informasi sensitif. 

Catatan : Hanya ingin langsung ke tips keamanan kami? Lewati postingan selanjutnya dan langsung menuju ke praktik terbaik untuk keamanan data akuntansi.

Praktik terbaik untuk keamanan data akuntansi

Meskipun semakin sulit untuk menangkis ancaman yang terus berubah, praktik akuntansi dapat menerapkan beberapa langkah keamanan. 

1. Otentikasi pengguna

Otentikasi berfungsi sebagai garis pertahanan pertama terhadap akses tidak sah. Penggunaan metode autentikasi multifaktor yang kuat membantu memastikan bahwa hanya personel yang berwenang yang dapat mengakses data keuangan penting. Hal ini mungkin melibatkan kombinasi kata sandi, biometrik, kartu pintar, atau mekanisme autentikasi aman lainnya.

2. Enkripsi data

Tips kemanan data akuntansi selanjutnya adalah mengenkripsi data keuangan baik saat transit maupun saat disimpan adalah hal mendasar. Enkripsi mengubah data menjadi format yang tidak dapat dibaca — meskipun seseorang dapat mengakses informasi Anda tanpa izin, mereka tidak akan dapat menguraikannya.

3. Pembaruan perangkat lunak secara berkala

Perangkat lunak yang ketinggalan zaman sering kali rentan terhadap eksploitasi oleh penjahat dunia maya. Menurut laporan tersebut, 80% organisasi yang mengalami pelanggaran data sebenarnya dapat mencegahnya dengan memperbarui perangkat lunak tepat waktu.

4. Amankan konfigurasi jaringan dan firewall

Tip lainnya adalah membuat konfigurasi jaringan yang aman dan firewall yang solid. Hal ini membantu menciptakan penghalang pelindung terhadap akses tidak sah. Sederhananya, segmentasi jaringan yang tepat akan menjaga keseluruhan sistem tetap terkendali meskipun satu bagian jaringan terganggu.

5. Menyelenggarakan pelatihan karyawan

Kesalahan manusia adalah faktor penting dalam pelanggaran data — mungkin terlalu signifikan. Beberapa laporan menyatakan bahwa 95% pelanggaran data terjadi akibat kesalahan manusia. Itu sebabnya Anda harus mengadakan sesi pelatihan rutin tentang kesadaran keamanan siber. 

Dengan begitu, karyawan akan mengetahui cara mengenali dan menggagalkan upaya phishing, taktik rekayasa sosial, dan praktik penipuan lainnya.

6. Memantau dan mengaudit akses terhadap data keuangan

Alat pemantauan dan audit waktu nyata adalah satu-satunya cara untuk melacak dan meninjau akses ke data keuangan. Hal ini tidak hanya membantu mendeteksi aktivitas mencurigakan dengan segera tetapi juga memfasilitasi kepatuhan terhadap persyaratan peraturan.

Baca Juga : Rumus EOQ: Cara Mengoptimalkan Persediaan untuk Bisnis Anda

7. Melakukan backup data secara berkala

Tips keamanan data akuntansi terakhir adalah pencadangan data rutin adalah mekanisme pertahanan penting terhadap kehilangan data akibat serangan siber atau kegagalan sistem. Jika terjadi pelanggaran, organisasi Anda dapat dengan cepat memulihkan data keuangan untuk meminimalkan waktu henti.

Bagikan artikel ini ke

Scroll to Top